Banjir Bandang Lumpuhkan Pelayanan Publik, Solok Fokus Percepat Pemulihan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMULIHAN pascabencana dan keberlanjutan pelayanan publik menjadi tantangan pemerintah daerah setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 21 September 2026.

Di tengah upaya penanganan dampak bencana, solidaritas antarpemerintah daerah turut mengemuka melalui penyaluran bantuan kemanusiaan dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Melalui program Apkasi Peduli, bantuan diserahkan Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Lahat Bursah Zarnubi, didampingi Wakil Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Morowali Utara Delis Julkarson. Bantuan tersebut diterima Bupati Solok Jon Firman Pandu di Kantor Bupati Solok, Sabtu (10/10/2026).

Bencana banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 19.30 Wib itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 14 orang luka ringan. Sekitar 500 warga juga sempat mengungsi di sejumlah posko, termasuk di rumah bupati dan wakil bupati.

Dampak bencana tidak hanya menyasar kawasan permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas perkantoran dan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Akibatnya, pelayanan publik sempat lumpuh selama hampir satu pekan.

Jon Firman Pandu mengatakan pemerintah daerah kini memasuki masa tanggap darurat tahap kedua yang berlangsung hingga 12 Oktober 2026. Perpanjangan masa tanggap darurat diperlukan karena masih terdapat material berat dan kerusakan di sekitar kawasan perkantoran yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menurut dia, tantangan berikutnya adalah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas masyarakat serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan normal.

“Yang kami butuhkan saat ini adalah dukungan pemerintah pusat terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kami meyakini Apkasi yang membawahi 416 pemerintah kabupaten seluruh Indonesia peduli terhadap bencana di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Jon.

Ia mengapresiasi bantuan dan dukungan moral yang diberikan Apkasi kepada masyarakat serta pemerintah Kabupaten Solok. Menurutnya, perhatian dari berbagai daerah menjadi penyemangat dalam menghadapi proses pemulihan.

“Solok tidak sendiri. Itu yang kami rasakan pada hari ini,” katanya.

Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan penyaluran bantuan merupakan wujud gotong royong antarpemerintah kabupaten ketika salah satu daerah menghadapi musibah. Solidaritas tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar.

“Di Apkasi, setiap ada kabar anggota terkena musibah, kami mengajak seluruh anggota untuk bergotong royong. Seberapa besar pun bantuan yang diberikan, rasa kepedulian ini mesti kita ciptakan bagi seluruh anak bangsa di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Bursah.

Ia menambahkan Indonesia memiliki kondisi geografis yang membuat sejumlah wilayah rentan terhadap bencana. Karena itu, kesiapsiagaan dan mitigasi perlu jadi perhatian bersama, termasuk melalui koordinasi pemerintah daerah dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi awal mengenai potensi cuaca ekstrem. Bursah berharap bantuan yang disalurkan dapat didistribusikan kepada warga yang paling membutuhkan, baik untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan maupun keperluan lainnya.

Wakil Ketua Umum Apkasi Delis Julkarson menegaskan kehadiran jajaran pengurus di Solok merupakan bentuk solidaritas antarkepala daerah sekaligus kepedulian sesama anak bangsa. Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah, tim penyelamat, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

Memasuki tahap pemulihan, Pemerintah Kabupaten Solok mulai mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk menunggu kajian lebih komprehensif mengenai penanganan kawasan pusat pemerintahan yang terdampak.

Pemerintah daerah juga berencana memperkuat mitigasi melalui perangkat teknis dan menyiapkan dukungan anggaran untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan publik ketika keadaan darurat terjadi. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *