Jangan Pernah Menyiram Api Minyak dengan Air, Ini Bahayanya dan Cara Memadamkannya
Ilustrasi(Unsplash)

KEBAKARAN dapur akibat minyak goreng yang terlalu panas (grease fire) merupakan salah satu bahaya terbesar yang kerap terjadi saat memasak. Reaksi refleks banyak orang ketika melihat kobaran api di atas kompor adalah menyiramnya dengan air. Namun, tindakan tersebut merupakan kesalahan fatal yang justru dapat memicu ledakan api yang jauh lebih besar dan membahayakan keselamatan jiwa.

Mengapa air sangat berbahaya jika disiramkan ke atas api minyak?

Secara ilmiah, air dan minyak memiliki sifat kimia serta tingkat massa jenis yang berbeda. Air memiliki massa jenis yang lebih berat daripada minyak, sehingga air akan langsung tenggelam ke dasar wajan atau penggorengan saat disiramkan.

Pada saat bersamaan, suhu minyak panas yang terbakar jauh melampaui titik didih air (100 derajat Celsius). Ketika air menyentuh minyak panas di dasar wajan, air tersebut seketika menguap secara mendadak dan berubah menjadi uap panas bertekanan tinggi. Uap air yang mengembang dengan sangat cepat ini akan terdorong ke atas, menyemburkan titik-titik minyak panas yang sedang terbakar ke udara. Semburan minyak tersebut menciptakan efek ledakan bola api (fireball) yang dapat menyebar dengan cepat ke dinding, kabinet dapur, hingga mengenai tubuh Anda.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran akibat minyak di dapur?

Langkah terpenting saat menghadapi situasi ini adalah tetap tenang dan tidak panik. Berikut adalah panduan penanganan yang aman dan tepat untuk memadamkan api minyak:

  • Matikan Sumber Panas: Segera matikan tombol kompor atau cabut aliran listrik jika Anda menggunakan kompor induksi/listrik untuk menghentikan pasokan panas.
  • Tutup Wajan atau Penggorengan: Tutup wadah yang terbakar menggunakan tutup logam atau papan pemotong berbahan logam. Tanpa adanya pasokan oksigen, api akan padam dengan sendirinya. Pastikan Anda tidak menggunakan tutup berbahan kaca karena suhu ekstrem dapat membuatnya pecah.
  • Gunakan Baking Soda atau Garam: Jika kobaran api masih kecil dan baru muncul, Anda bisa menaburkan baking soda (natrium bikarbonat) atau garam dapur dalam jumlah banyak ke atas wajan. Bahan-bahan ini bekerja dengan cara meredam api serta memutus pasokan oksigen. JANGAN pernah menggunakan tepung terigu atau bahan bubuk lainnya karena dapat memicu ledakan bahan kimia.
  • Gunakan Pemadam Api Ringan (APAR): Jika Anda memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah, gunakan APAR khusus kelas K (untuk kebakaran dapur/minyak) atau kelas ABC. Semprotkan dari jarak aman ke arah pangkal api.
  • Evakuasi dan Hubungi Petugas Pemadam Kebakaran: Apabila api sudah membesar dan tidak dapat dikendalikan dalam beberapa detik, segera tinggalkan ruangan, evakuasi seluruh anggota keluarga keluar rumah, lalu hubungi nomor darurat pemadam kebakaran.

Memahami sifat bahaya api minyak serta langkah penanganan yang tepat merupakan kunci utama untuk mencegah krisis di dapur berkembang menjadi bencana kebakaran rumah yang lebih luas. (Martha Stewart/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *