
PT BYD Motor Indonesia secara resmi mengumumkan perubahan nama untuk lini merek premium mobil listrik mereka di pasar domestik. Merek yang sebelumnya dikenal sebagai Denza, kini bertransformasi menjadi Danza efektif mulai 1 Oktober 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul dinamika hukum terkait sengketa merek yang berujung pada penolakan kasasi di tingkat Mahkamah Agung.
Meski terjadi perubahan identitas visual dan penamaan, BYD Indonesia memberikan jaminan penuh kepada para pemilik kendaraan yang sudah beredar di jalanan. Perubahan ini dipastikan tidak akan memengaruhi aspek operasional, garansi, maupun kualitas layanan purna jual yang diterima oleh konsumen.
Komitmen Layanan dan Pengembangan Jaringan
Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa perubahan nama dari Denza menjadi Danza hanyalah penyesuaian administratif dan branding untuk pasar Indonesia. Secara substansi bisnis, tidak ada yang berubah dari komitmen perusahaan terhadap konsumen tanah air.
“Tidak ada perubahan spesifik dari agresivitas di sisi pengembangan network bisnis, termasuk pelayanan kepada konsumen, semuanya tetap sama,” ujar Luther di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Luther menambahkan bahwa konsumen yang telah membeli unit dengan emblem Denza tidak perlu merasa khawatir. Seluruh hak konsumen, mulai dari servis berkala hingga klaim garansi, tetap berlaku sepenuhnya di bawah manajemen BYD Motor Indonesia. Perubahan nama ini lebih difokuskan pada keperluan pemasaran, komunikasi publik, publikasi, serta pencitraan merek di wilayah hukum Indonesia.
Penyebab Perubahan Nama: Sengketa Merek
Keputusan untuk menggunakan nama Danza merupakan langkah kepatuhan hukum BYD Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sengketa merek atas nama “Denza” di Indonesia telah mencapai babak akhir dengan keputusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi dari pihak BYD. Sebagai perusahaan global yang patuh pada regulasi lokal, BYD memilih untuk melakukan rebranding guna memastikan kelangsungan bisnis di Indonesia.
Nama merek Denza tetap akan digunakan secara global oleh BYD di luar pasar Indonesia. Perubahan menjadi Danza hanya berlaku secara eksklusif untuk pasar Indonesia guna menghindari konflik hukum lebih lanjut.
Penyesuaian Visual dan Ruang Pamer
Perubahan nama ini tentu akan diikuti dengan penyesuaian identitas visual di berbagai titik sentuh konsumen. Luther menjelaskan bahwa tampilan ruang pamer (showroom) dan diler resmi akan segera disesuaikan dengan identitas Danza.
“Karena memang secara global ada perubahan dari sisi logo. Karena yang menjadi dispute (sengketa) adalah di namanya, bukan di logonya, kita masih tetap berjalan,” jelasnya. Hal ini mengindikasikan bahwa elemen desain logo kemungkinan besar tetap mempertahankan estetika aslinya, namun dengan tipografi atau penyebutan nama yang telah disesuaikan menjadi Danza.
Analisis Dampak bagi Konsumen
Bagi calon pembeli maupun pemilik lama, berikut adalah poin-poin utama terkait transisi Denza ke Danza:
| Aspek | Status Setelah 1 Oktober 2026 |
|---|---|
| Nama Merek | Berubah menjadi Danza di Indonesia. |
| Layanan Purna Jual | Tetap sama, tidak ada perubahan prosedur servis. |
| Garansi Kendaraan | Tetap berlaku sesuai kontrak awal pembelian. |
| Ketersediaan Suku Cadang | Terjamin, karena basis teknis kendaraan tetap sama dengan versi global. |
| Identitas Showroom | Akan dilakukan pembaruan logo dan nama secara bertahap. |
Kesimpulan
Langkah BYD Indonesia mengubah nama menjadi Danza menunjukkan sikap adaptif perusahaan terhadap regulasi hukum di Indonesia tanpa mengorbankan kepentingan konsumen. Dengan jaminan bahwa tidak ada perubahan pada sisi teknis dan pelayanan, pemilik mobil premium BYD ini diharapkan tetap tenang. Fokus BYD saat ini adalah memastikan transisi merek berjalan mulus sembari terus memperluas jaringan diler untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah Indonesia.
Perubahan ini juga menandai babak baru bagi Danza untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di segmen kendaraan listrik (EV) premium, bersaing dengan merek-merek mapan lainnya yang sudah lebih dulu hadir di tanah air. (Ant/H-3)
