GAPKI Komitmen Dukung Penanganan Karhutla di Luar Konsesi
Apel pagi dalam rangka upaya lanjutan penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, pada Minggu (11/10/2026).(MI/Deny Susanto)

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Pangan, menerapkan konsep pentaheliks melibatkan beragam unsur dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas akibat pengaruh El Nino. Salah satunya keterlibatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Selatan yang ikut membantu mengerahkan personel, sarana dan prasarana untuk membantu penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan. Keterlibatan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan karhutla, terutama di kawasan yang masih memerlukan penanganan intensif.

Ketua Gapki Kalimantan Selatan, Eddy Sapta Binti, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung langkah pemerintah daerah dalam penanggulangan karhutla. Dukungan itu diwujudkan melalui pengerahan personel dan peralatan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Gapki maupun perusahaan lainnya.

“Prinsipnya perusahaan perkebunan kelapa sawit dan anggota di bawah komando Gapki mendukung. Apa pun yang dilaksanakan pemerintah daerah, kami mendukung dan berkomitmen,” ujarnya saat ditemui di sela-sela apel pagi dalam rangka upaya lanjutan penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar pada Minggu (11/10). 

Menurut Eddy, keterlibatan perusahaan perkebunan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat serta lingkungan di Kalimantan Selatan. Pasalnya, perusahaan perkebunan memiliki tanggung jawab menjaga kawasan kebun masing-masing, termasuk mengantisipasi agar kebakaran dari luar wilayah konsesi tidak merambat ke area perkebunan. Meski di tiap kebun terdapat potensi kerawanan yang harus diantisipasi, perusahaan tetap mengerahkan sumber daya untuk membantu penanganan karhutla di lokasi ring satu Bandara Syamsudin Noor dan sekitarnya yang menjadi sasaran operasi bersama pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, Senin (12/10) menyampaikan apresiasi atas keterlibatan perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam mendukung upaya pengendalian karhutla di luar konsesi perusahaan sejak tiga bulan terakhir. 

Pengalaman perusahaan perkebunan dalam menjaga kawasan konsesi dan mengantisipasi perambatan api dari luar menjadi modal penting dalam mendukung penanggulangan karhutla bersama pemerintah. 

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq yang memimpin operasi penanganan Karhutla di Kalsel, mengapresiasi partisipasi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang bersedia mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk membantu pemerintah menangani karhutla di Kalimantan Selatan.

Sinergi pemerintah daerah, aparat, dan dunia usaha dinilai penting dalam memperkuat upaya pengendalian kebakaran, khususnya ketika penanganan membutuhkan dukungan personel, peralatan, serta pengalaman teknis dari berbagai pihak.

Melalui kolaborasi tersebut, upaya pemadaman dan pembasahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Selatan. 

“Kami sangat berterima kasih atas keterlibatan pihak swasta dalam penanganan Karhutla di Kalsel. Ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” pungkas Hanif. (DY/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *