Pelajar SMP Asal Boyolali Tewas Bersimbah Darah di Depan RS Banyumanik 2 Semarang
Rumah Sakit Banyumanik 2 Kota Semarang.(Dok. MI/Akhmah Safuan)

SEORANG pelajar sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Gunungpati, Semarang, ditemukan tewas bersimbah darah di depan Rumah Sakit Banyumanik 2, Kota Semarang, Minggu (12/10). Korban yang diketahui bernama Farel Ferrari Kusuma (15) mengalami luka parah akibat senjata tajam di bagian kepala.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Saat ditemukan pada dini hari, jasad korban tergeletak di dekat sebuah sepeda motor warna hitam yang diduga miliknya. Petugas segera mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kematian Farel diduga kuat berkaitan dengan aksi tawuran antar-remaja yang pecah beberapa jam sebelumnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Banyumanik. Warga di sekitar lokasi kejadian melaporkan sempat mendengar tiga kali letusan yang diduga berasal dari senjata api sebelum korban ditemukan tak bernyawa.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengki Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden ini. Namun, kepolisian belum bisa memastikan apakah penyebab kematian murni karena tawuran atau ada motif lain.

“Kita masih lakukan penyelidikan atas kasus itu, sehingga belum dapat dipastikan penyebab tewasnya pelajar itu, apakah karena tawuran atau sebab lain,” ujar Kompol Hengki pada Minggu (11/10).

Polisi Periksa Rekaman CCTV

Hengki menjelaskan bahwa saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka sabetan senjata tajam di kepala. Untuk mengungkap tabir kematian pelajar tersebut, tim penyidik kini fokus menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi penemuan jasad dan sepanjang jalur yang diduga menjadi titik bentrokan.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu penyidik mengidentifikasi rangkaian kejadian, pihak-pihak yang berada di lokasi, serta pergerakan orang atau kendaraan sebelum dan sesudah insiden,” tambahnya.

Hingga Minggu siang, polisi masih mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Meskipun informasi mengenai tawuran remaja di dekat lokasi kejadian sudah beredar luas, pihak kepolisian menegaskan belum ada kesimpulan pasti hingga penyelidikan menyeluruh selesai dilakukan. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *