Pramono Tegaskan Proses Hukum Pemukulan Satpol PP Tetap Berjalan
Petugas Satpol PP Kebayoran Baru berselisih dengan petugas proyek saat melakukan operasi cabut pentil (OCP) dalam penertiban parkir liar di Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.(ANTARA/HO-Satpol PP Kebayoran Baru)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan menoleransi aksi premanisme, termasuk pemukulan dan intimidasi terhadap petugas Satpol PP yang sedang menjalankan tugas. 

Ia meminta proses hukum tetap berjalan meski manajemen proyek telah meminta maaf.

“Terhadap tindakan ini, tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Mereka (Satpol PP) sedang menjalankan tugas. Saya minta untuk ditegakkan aturan main,” ujar Pramono di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10).

Penegasan itu menyusul bentrokan antara petugas Satpol PP dan pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kericuhan terjadi setelah petugas gabungan menertibkan parkir liar.

Pramono menegaskan, penertiban tersebut merupakan tindakan Dishub terhadap parkir liar, bukan penertiban pedagang seperti yang berkembang dalam narasi lain. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut dilihat sesuai kronologi dan konteksnya.

“Ini petugas yang sedang bekerja, dan mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub, sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,” ujarnya.

Meski manajemen proyek telah datang untuk meminta maaf dan mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan, Pramono meminta jajaran Satpol PP mendengarkan penjelasan pihak perusahaan tanpa mengesampingkan proses hukum.

“Saya menyampaikan kepada Pak Kepala Dinas Satpol PP untuk didengarkan terlebih dahulu apa yang terjadi. Tetapi sampai sekarang, karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi, saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,” tegasnya. 

Terpisah, Kepala Satpol PP Kebayoran Baru Diki Zulkarnain menjelaskan, keributan dipicu ketidakpuasan pekerja proyek setelah sepeda motor mereka terkena Operasi Cabut Pentil (OCP) oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

“Mereka tidak terima kendaraannya dilakukan OCP, karena menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak PT,” kata Diki dalam keterangan resmi.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi kontak fisik. Seorang anggota Satpol PP dilaporkan dipukul menggunakan helm dan mengalami luka yang memerlukan enam jahitan di puskesmas.

Petugas lainnya juga terluka saat berupaya melindungi rekannya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan. (Far/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *