
KESEHATAN tulang sering kali diabaikan hingga masalah serius muncul. Richard Abel, seorang profesor madya dalam ilmu muskuloskeletal di Imperial College London, menekankan bahwa satu dari empat orang berisiko meninggal dalam waktu satu tahun setelah mengalami patah tulang pinggul. Selain itu, sepertiga penderita akan kehilangan kemampuan mobilitas mereka, yang sering kali berujung pada kebutuhan perawatan khusus di panti jompo.
Osteoporosis bukan sekadar masalah penuaan biasa. Data menunjukkan bahwa kondisi ini memengaruhi jutaan orang, terutama perempuan pascamenopause dan pria di atas usia 60 tahun.
Penurunan hormon estrogen dan testosteron secara drastis mengganggu sistem regenerasi sel tulang, membuat tulang menjadi rapuh dan rentan terhadap fraktur trauma rendah alias patah tulang yang terjadi hanya karena aktivitas ringan seperti mengangkat belanjaan atau terjatuh ringan.
Strategi Melindungi Tulang Seiring Bertambahnya Usia
Meskipun risiko meningkat seiring usia, ada langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk memperkuat bank tulang Anda:
1. Nutrisi: Lebih dari sekadar Kalsium
Diet yang baik untuk tulang harus mencakup kombinasi seimbang antara mineral dan protein:
- Kalsium: Dapatkan dari produk susu, sayuran hijau, dan ikan bertulang seperti sarden.
- Protein & Kolagen: Tulang terdiri dari mineral dan kolagen. Konsumsi yogurt dan keju sangat disarankan karena mengandung kalsium sekaligus protein tinggi.
- Vitamin D & K: Vitamin D berfungsi sebagai ‘paspor’ yang membantu tubuh menyerap kalsium, sementara Vitamin K memastikan kalsium terserap ke tempat yang tepat (tulang, bukan pembuluh darah).
2. Olahraga Beban dan Keseimbangan
Aktivitas fisik adalah cara paling efektif untuk merangsang pembentukan tulang baru. Olahraga yang memberikan beban pada tulang seperti jogging, menari, atau sekadar naik-turun tangga sangat dianjurkan.
Selain kekuatan tulang, melatih keseimbangan melalui Tai Chi atau kelas dansa sangat penting bagi lansia untuk mencegah risiko terjatuh yang menjadi penyebab utama patah tulang.
3. Hindari Kebiasaan Buruk
Beberapa faktor gaya hidup dapat mempercepat pengeroposan tulang, di antaranya:
- Merokok dan Vaping: Nikotin sangat merusak kesehatan jaringan tulang.
- Konsumsi Gula dan Garam Berlebih: Gula berlebih meningkatkan risiko diabetes tipe 2, sementara garam berlebih memicu tekanan darah tinggi; keduanya adalah faktor risiko osteoporosis.
- Alkohol: Batasi asupan alkohol untuk menjaga kepadatan mineral tulang.
Tips Ahli: Gunakan alat bantu seperti Frax (kuesioner klinis online) untuk memprediksi risiko patah tulang Anda dalam 10 tahun ke depan. Jika hasil menunjukkan risiko tinggi, segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemindaian Dexa guna mengukur kepadatan tulang secara akurat.
Membangun Tabungan Tulang sejak Dini
Pesan kesehatan yang paling krusial adalah membangun massa tulang sejak masa kanak-kanak dan dewasa muda. Semakin tinggi puncak massa tulang yang dicapai di masa muda, semakin besar cadangan yang dimiliki saat memasuki usia senja.
“Anda membangun bank tulang saat muda dan menghabiskannya saat tua,” pungkas Abel. Oleh karena itu, doronglah generasi muda untuk aktif bergerak di luar ruangan demi masa tua yang lebih tangguh. (Telegraph/I-2)
