Kabut Asap Karhutla Berbahaya, 27.250 Warga Riau Terjangkit ISPA
Asap Karhutla di Riau.(MI/Rudi Kurniawansyah)

KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau masih tergolong tinggi akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, hingga saat ini tercatat 27.250 kasus ISPA yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 7.434 kasus. Disusul Kabupaten Kampar sebanyak 3.629 kasus dan Bengkalis 2.964 kasus.



“Kemudian Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus, dan Indragiri Hilir 79 kasus,” ujarnya, Kamis (7/10).



Meski terjadi peningkatan kasus ISPA, fasilitas kesehatan di daerah terdampak kabut asap karhutla masih mampu menampung dan melayani pasien. Untuk menekan kasus ISPA, Dinkes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis serta kampanye edukasi kesehatan kepada masyarakat.



“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi lonjakan pasien secara mendadak,” ujarnya.



Dinkes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan pasien dalam kondisi kritis. Langkah darurat tersebut turut melibatkan akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada pengguna jalan.



Dinkes Riau juga mengimbau masyarakat meningkatkan deteksi dini dengan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala ISPA.



“Kami juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan akibat polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” jelasnya.



Selain itu, masyarakat diimbau memastikan ketersediaan masker untuk melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang mampu menyaring partikel polutan.



“Tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan kami minta segera melaporkan dan memantau kasus penyakit yang diakibatkan oleh asap, seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, dan asma, kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” pungkasnya. (RK/P-3)




Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *