
YOUTUBE Indonesia menyatakan optimisme tinggi terhadap strategi pengembangan konten multiformat yang menggabungkan video horizontal dan vertikal. Di tengah gempuran platform pesaing yang fokus pada tren video pendek vertikal, YouTube menilai fleksibilitas format menjadi pembeda utama sekaligus keunggulan kompetitif bagi para kreator.
Country Director YouTube Indonesia, Veronica Utami, menegaskan bahwa pendekatan ini memberikan lebih banyak opsi bagi kreator untuk berkreasi.
“Saya rasa pede dong, harus pede. Karena justru format mix ini yang menjadi pembeda YouTube dari platform yang lain,” ujar Veronica dalam Press Briefing YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (9/10).
Menurut Veronica, meskipun video pendek vertikal (Shorts) tengah populer, keberadaan video berdurasi panjang (long-form) tetap memegang peranan krusial. Format horizontal memungkinkan penceritaan (storytelling) yang lebih mendalam, yang pada akhirnya membangun atensi dan tingkat kepercayaan (trust) penonton yang lebih tinggi.
Kepercayaan ini tercermin dalam laporan Google bersama Kantar tahun 2026, yang menunjukkan dominasi YouTube di mata audiens Indonesia dibandingkan platform media sosial lainnya. Berikut adalah ringkasan data performa dan kepercayaan YouTube di Indonesia:
| Indikator | Data/Persentase |
|---|---|
| Tingkat Kepercayaan Penonton Indonesia | 95% (Platform Paling Dipercaya) |
| Peningkatan Akses via Smart TV (YoY) | 30% |
| Kontribusi Pendapatan Kreator (YouTube Shopping) | Lebih dari 50% (Studi Kasus: Klara Tania) |
Selain faktor kepercayaan, pergeseran kebiasaan menonton ke layar besar atau Connected TV (Smart TV) turut memperkuat posisi YouTube. Dengan peningkatan akses sebesar 30% secara tahunan (year-on-year), YouTube kini mulai menggeser peran siaran TV tradisional sebagai layar utama (main screen) di ruang keluarga.
Manfaat strategi multiformat ini dirasakan langsung oleh kreator konten, salah satunya Klara Tania. Kreator dengan 25,4 juta pengikut ini memanfaatkan YouTube Shorts sebagai “pintu masuk” untuk menjangkau jutaan penonton baru dengan cepat, sebelum kemudian mengarahkan mereka ke konten long-form atau live stream untuk membangun loyalitas komunitas.
“Jadi aku pernah live stream ya awalnya yang nonton tidak terlalu banyak. Tapi karena aku arahkan juga dari Shorts, ternyata jadi lumayan nambah,” ungkap Klara.
Sinergi antarformat ini tidak hanya meningkatkan jumlah penonton, tetapi juga mendongkrak monetisasi. Klara mengaku lebih dari separuh pendapatannya kini bersumber dari fitur transaksi YouTube Shopping. (Ant/Z-1)
