Ramai Eks Pejabat Trump Incar Minyak Venezuela dalam Kendali AS
Ilustrasi.(Magnific)

SEJUMLAH mantan pejabat tinggi pemerintahan Donald Trump dilaporkan mulai beralih ke sektor swasta untuk mengincar peluang bisnis di sektor minyak Venezuela. Fenomena ini terjadi setelah negara Amerika Selatan tersebut berada di bawah kendali Amerika Serikat menyusul penggulingan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Salah satu sosok utama yang menjadi sorotan ialah Michael Jensen. Hanya tiga hari setelah meninggalkan jabatannya sebagai pejabat tinggi Gedung Putih untuk kebijakan Amerika Latin pada akhir Mei, Jensen langsung bergabung dengan Primavera, perusahaan energi baru yang didirikan oleh miliarder kripto sekaligus pendiri Coinbase, Fred Ehrsam.

Eksodus Pejabat ke Caracas

Pengalaman di Washington kini menjadi ‘mata uang’ baru bagi para investor yang ingin mendapatkan keuntungan di sektor energi Venezuela yang sedang bangkit. Perusahaan-perusahaan berebut mempekerjakan individu yang memiliki akses ke Gedung Putih atau pengetahuan mendalam mengenai kebijakan administrasi Trump terhadap Venezuela.

Selain Jensen, beberapa nama lain yang muncul dalam pusaran bisnis ini antara lain:

  • Brittany Kelm: Mantan penasihat kebijakan senior di Dewan Dominasi Energi Nasional Gedung Putih, yang kini menjabat sebagai Vice President di Sable Offshore.
  • Micah Thomas Ketchel: Mantan penasihat senior Departemen Luar Negeri yang bergabung dengan firma lobi Ballard Partners untuk membantu klien menavigasi pasar Venezuela.
  • Carlos Trujillo: Mantan duta besar OAS yang mendirikan firma lobi Continental Strategy, mewakili belasan klien di sektor energi Venezuela.

Keterlibatan Pemerintah AS

Pemerintah AS sendiri telah mengambil langkah tidak biasa dengan mengakuisisi 35 persen saham di North American Blue Energy Partners, perusahaan minyak swasta terbesar kedua di Venezuela yang dikendalikan oleh miliarder Alejandro Betancourt. Langkah ini mempertegas posisi Venezuela sebagai wilayah yang kini berada di bawah pengaruh ekonomi langsung Washington.

Fred Ehrsam, pendiri Primavera, bahkan menandatangani perjanjian produksi dengan PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela, bulan lalu. Ehrsam sendiri diketahui menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Sains dan Teknologi Trump.

Sorotan Etika dan Pintu Berputar

Fenomena itu memicu kekhawatiran mengenai praktik revolving door atau pintu berputar, saat mantan pejabat publik menggunakan koneksi pemerintah untuk keuntungan pribadi di sektor swasta. Richard Painter, mantan pengacara etika Gedung Putih era George W. Bush, menyatakan bahwa meskipun secara teknis mungkin tidak melanggar hukum selama tidak membocorkan informasi rahasia, tren ini tetap mengkhawatirkan.

Pihak Primavera menegaskan bahwa Jensen berkonsultasi dengan penasihat hukum Gedung Putih dan dinyatakan tidak melanggar aturan etika apa pun. Juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers, juga menyatakan bahwa kerja sama antara AS dan Venezuela memberikan manfaat bagi kedua negara melalui investasi perusahaan Barat.

Saat ini, Caracas menjadi pusat bagi para eksekutif dan investor yang mencari peluang di pasar yang dianggap memiliki potensi keuntungan yang sangat besar. (The Washington Post/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *