Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu
Gelandang timnas Swis Granit Xhaka(AFP/Odd ANDERSEN)

KAPTEN Sunderland sekaligus pemimpin tim nasional Swis, Granit Xhaka, resmi dijatuhi hukuman denda sebesar 136 ribu pound sterling atau setara dengan Rp3,2 miliar. Sanksi hukum ini diberikan terkait keterlibatan Xhaka dalam kepemilikan sertifikat vaksin covid-19 palsu.

Gelandang berpengalaman berusia 34 tahun tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memperoleh dokumen kesehatan ilegal. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (9/10), Xhaka menyatakan menerima putusan tersebut dengan lapang dada.

“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis mantan pemain Arsenal tersebut.

Denda Ditangguhkan Dua Tahun

Meskipun dijatuhi denda yang cukup besar, pengadilan memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut selama dua tahun. Syaratnya, Xhaka tidak boleh melakukan pelanggaran hukum lainnya dalam periode tersebut. Selain denda utama, Xhaka juga mengonfirmasi telah menyelesaikan pembayaran seluruh biaya perkara pengadilan.

Kasus ini berakar pada kejadian di tahun 2022, saat Xhaka masih berseragam Arsenal. Kala itu, Pemerintah Swis mewajibkan sertifikat vaksin covid-19 sebagai syarat akses ke tempat umum, aktivitas sosial, hingga perjalanan luar negeri. Xhaka mengakui bahwa keputusannya saat itu dipengaruhi oleh rasa khawatir dan ketidakpastian terhadap vaksinasi.

“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” tegas pemegang rekor 152 penampilan bersama timnas Swiss itu.

Dampak pada Karier Internasional

Akibat proses hukum yang berjalan, Xhaka sempat mundur dari pemusatan latihan timnas Swiss pada jeda internasional terbaru. Ia melewatkan sejumlah pertandingan penting di UEFA Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia.

Padahal, peran Xhaka di level internasional sangat krusial. Ia merupakan kapten yang memimpin Swiss hingga mencapai babak perempat final Piala Dunia 2026, sebelum akhirnya dihentikan oleh Argentina.

Fokus Kembali ke Sunderland

Di level klub, Sunderland bersiap menyambut kembali sang kapten di lapangan hijau. Xhaka diprediksi akan tampil saat The Black Cats menjamu Brighton pada Sabtu (10/10).

Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, memilih untuk tidak mencampuri urusan pribadi anak asuhnya tersebut. Le Bris menegaskan bahwa fokus utamanya adalah performa Xhaka di atas lapangan yang dinilai tetap profesional selama masa sulit ini.

“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” pungkas Le Bris. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *