
MASALAH pada jantung sering kali datang tanpa peringatan. Namun, pakar kesehatan mengungkapkan bahwa ada indikator awal yang patut diwaspadai sebelum kondisi memburuk menjadi penyempitan pembuluh darah, yakni kekakuan pembuluh darah.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), Mkes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, menjelaskan bahwa kekakuan pembuluh darah merupakan fase paling awal dari gangguan kardiovaskular. Kondisi ini terjadi jauh sebelum munculnya plak atau penyumbatan yang signifikan.
“Kekakuan pembuluh darah itu adalah gejala yang paling awal, sebelum terjadi plak, atau penyempitan pembuluh darah, itu awalnya kaku,” ujar Vito dalam sebuah pertemuan di Jakarta, dikutip Jumat (9/10/2026).
Bahaya Tanpa Gejala
Salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi kekakuan pembuluh darah adalah sifatnya yang asimtomatik atau tidak menimbulkan gejala fisik yang nyata. Lulusan Universitas Padjajaran tersebut menekankan bahwa seseorang yang merasa sehat dan tidak memiliki keluhan medis bukan berarti sepenuhnya bebas dari risiko.
Menurutnya, pada tahap tertentu, masalah pembuluh darah memang tidak menunjukkan tanda-tanda yang bisa dirasakan langsung oleh pasien. Oleh karena itu, kesadaran akan kesehatan pembuluh darah menjadi kunci utama sebelum terjadi kerusakan permanen.
Langkah Pencegahan dan Perbaikan Pola Hidup
Kabar baiknya, kekakuan pembuluh darah masih bisa diperbaiki melalui intervensi pola hidup yang disiplin. Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini menyebutkan bahwa perubahan kebiasaan sehari-hari dapat mengembalikan elastisitas pembuluh darah.
“Kalau kita mengubah pola hidup, tidur lebih teratur, kita bisa turunkan berat badan dengan komposisi yang baik, dengan latihan, olahraga, atur makan, kekakuan pembuluh darah mungkin bisa berubah,” jelasnya.
Berikut adalah ringkasan langkah pencegahan yang disarankan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah:
| Aspek Pencegahan | Tindakan yang Disarankan |
|---|---|
| Pola Makan | Menerapkan pola makan sehat dan seimbang. |
| Aktivitas Fisik | Rutin berolahraga dan melakukan latihan fisik secara teratur. |
| Istirahat | Mengatur waktu tidur agar lebih teratur dan berkualitas. |
| Manajemen Berat Badan | Menurunkan berat badan dengan komposisi tubuh yang baik. |
Vito mengingatkan pentingnya melakukan pencegahan sedini mungkin. Ia menegaskan bahwa peluang untuk memperbaiki kondisi pembuluh darah akan tertutup jika sudah terjadi penyempitan yang parah.
“Kenapa kita bilang cegah sebelum terjadi? Karena kalau sudah terjadi, tidak bisa lagi,” pungkasnya. Dengan melakukan deteksi dini dan perbaikan gaya hidup, risiko menghadapi gangguan jantung yang fatal dapat ditekan secara signifikan. (Ant/Z-1)
