
DZIKRA Al Gibran bersama rekan-rekannya yang merupakan Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan pemberdayaan kreatif bagi siswa disabilitas di Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul, pada Minggu (11/10). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 25 siswa diajak untuk berkarya membuat kerajinan makrame dengan memanfaatkan bahan kaos bekas.
Selain Gibran, kelompok mahasiswa PLK UNY yang terlibat dalam inisiatif ini terdiri dari Bernadetha Putu Putri Adnyana, Bramaningtyas Putri Dian Pradita, Maya Ayu Wulandari, Nabila Amelia Puspitasari, Keisha Shanie Aurelie, Alvin Nur Hidayat, Adam Abdullah Wibowo, dan Muhammad Rafi. Mereka mendampingi para siswa mulai dari tahap pengenalan bahan hingga proses merangkai menjadi produk keychain atau gantungan kunci.
Ketua PLK UNY, Bernadetha Putu Putri Adnyana, menjelaskan bahwa pemilihan teknik makrame dari kaos bekas bertujuan untuk memberikan nilai guna baru pada pakaian donasi yang menumpuk di panti. Selain itu, produk yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai ekonomi.
“Kami memilih membuat gantungan kunci karena proses pembuatannya relatif mudah dan tahapannya mudah diingat oleh teman-teman di Panti Asuhan Bina Siwi. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dipraktikkan secara mandiri dan menjadi alternatif sumber pemasukan bagi panti,” ujar Bernadetha.
| Lokasi | Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul, Yogyakarta |
| Peserta | 25 Siswa Disabilitas |
| Produk | Gantungan Kunci (Makrame) |
| Bahan Baku | Kaos Bekas (Limbah Pakaian) |
Pengurus Panti Asuhan Bina Siwi, Daliyem, menyambut positif kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan tangan, tetapi juga memberikan hiburan dan motivasi bagi anak-anak panti.
“Anak-anak menjadi lebih mengenal berbagai kegiatan keterampilan. Mereka juga senang ketika diajari menari. Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan mahasiswa ini,” kata Daliyem.
Melalui pendampingan intensif, mahasiswa PLK UNY berupaya menciptakan ruang belajar yang inklusif. Interaksi langsung ini memungkinkan mahasiswa memahami kebutuhan khusus setiap individu sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian sosial dan penghargaan terhadap keberagaman kemampuan siswa disabilitas.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan menjadi bekal keterampilan berkelanjutan bagi para siswa di Panti Asuhan Bina Siwi untuk terus produktif meski dengan keterbatasan yang dimiliki. (AU/I-1)
