
BERBAGAI strategi terus diterapkan demi mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih mengepung wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk menaklukkan kebakaran lahan gambut yang menjadi sumber utama kabut asap, Satgas Karhutla memobilisasi relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) hingga sektor korporasi.
Pengarahan dan doa bersama digelar pada Minggu (11/10) dengan melibatkan ratusan personil dari BPBD, SKPD, TNI, relawan BPK, serta tim gabungan dari puluhan korporasi anggota GAPKI, APHI, dan sektor tambang (KTT). Usai apel, tim langsung bergerak memadamkan kebakaran lahan gambut di blok Jalan Gubernur Syarkawie, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Kawasan gambut dalam seluas 1.600 hektare ini menjadi salah satu titik terparah. Asap yang dihasilkan dari lokasi tersebut merupakan penyumbang utama polusi asap di Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.
Aksi pemadaman ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq. Ia menjelaskan bahwa penanganan pada kawasan lahan gambut membutuhkan pendekatan khusus yang jauh berbeda ketimbang areal persawahan.
“Khusus di kawasan lahan gambut ini upaya penanganannya berbeda dengan penanganan kebakaran di areal persawahan. Jika di lahan pertanian atau persawahan kita lakukan pembalikan tanah sawah untuk menghilangkan jerami yang menjadi bahan bakar, maka di lahan gambut kita lakukan upaya pembasahan dan pemadaman masif dengan cara mengeroyok api dengan jumlah personil besar,” tutur Hanif.
Ia memaparkan bahwa pemadaman di lahan gambut tergolong sulit akibat keterbatasan sumber air di musim kemarau, kedalaman lapisan gambut, serta luasnya areal yang terbakar. Sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak berulang, pemerintah juga akan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk menjaga wilayah masing-masing secara aktif.
Mengenai taktik di lapangan, Penanggung Jawab Lapangan sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, membeberkan penggunaan skema distribusi air dan teknologi pantauan.
“Strateginya melalui pengerahan puluhan mobil tangki yang mengambil air dari intake (water field), kemudian di pasok ke puluhan bioflok. Air kemudian dicampur larutan surfaktan dan kemudian personil bekerja memadamkan api serentak pada zona-zona atau titik api yang sudah terpantau sebelumnya melalui geothermal,” kata Rahmat.
Targetnya, pemadaman pada total lahan pertanian dan gambut seluas 2.500 hektare di Kabupaten Banjar ini bisa rampung dalam kurun sepekan. Dukungan penuh juga mengalir dari pihak swasta. Ketua GAPKI Kalsel, Edi Binti, menegaskan komitmen pihaknya untuk membantu penanganan Karhutla sebagai wujud kepedulian sosial, di samping tetap fokus menjaga areal konsesi masing-masing.
Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa pemadaman di Kecamatan Gambut akan dilakukan secara simultan dengan pembagian sistem shift hingga malam hari.
“Kita harapkan selesai dalam sepekan, setelah itu tim kita dengan strategi yang sama akan bergeser memadamkan kebakaran di wilayah Barito Kuala, terutama areal lahan gambut di Kecamatan Handil Bakti yang telah menyasar area pemukiman penduduk dan fasilitas umum dan kampus,” tuturnya.
Langkah dan strategi penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan ini rencananya akan dijadikan percontohan untuk diterapkan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Penanganan Karhutla di ketiga provinsi tersebut kini menjadi fokus utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan sesuai arahan langsung dari Presiden. (Z-2)
