
TIM Kesehatan Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) sukses menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Kampung Werianggi, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Dalam aksi yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026 tersebut, tim gabungan TEP UI 12 dan TEP UI 19 memperkenalkan serta menerapkan sistem pelayanan 5 meja di Posyandu Cenderawasih.
Sistem posyandu 5 meja ini dirancang untuk mengoptimalkan alur pelayanan kesehatan dasar agar lebih terstruktur, efisien, dan terukur. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di wilayah pelosok, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu.
Transformasi Pelayanan Kesehatan
Penerapan sistem baru ini mendapat sambutan hangat dari para kader kesehatan setempat. Ketua Kader Posyandu Werianggi, Mama Silva, mengakui bahwa perubahan alur kerja ini memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas pelayanan di lapangan.
“Sistem posyandu 5 meja ini sangat efektif dan memudahkan kami para kader dalam bekerja serta melayani masyarakat secara lebih teratur. Dulu kami hanya menimbang berat badan saja dan hanya dicatat di sebuah buku,” ungkap Mama Silva yang memimpin tim beranggotakan enam orang kader tersebut.
Secara teknis, alur pelayanan dibagi ke dalam lima tahapan strategis yang mencakup pendataan hingga edukasi mendalam bagi warga. Berikut adalah rincian tahapan sistem 5 meja yang diterapkan:
| Tahapan | Jenis Pelayanan | Aktivitas Utama |
|---|---|---|
| Meja 1 | Pendaftaran | Pendataan awal peserta yang hadir. |
| Meja 2 | Penimbangan & Pengukuran | Pengukuran Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB). |
| Meja 3 | Pencatatan | Penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan status gizi. |
| Meja 4 | Pelayanan Kesehatan | Pemeriksaan fisik dan konsultasi medis dasar. |
| Meja 5 | Penyuluhan & Edukasi | Edukasi pencegahan stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). |
Dukungan untuk Pencegahan Stunting
Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 70 peserta yang terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, hingga anak usia pra-sekolah. Kehadiran tim mahasiswa UI ini juga diapresiasi oleh otoritas kesehatan setempat.
Kepala Puskesmas Distrik Nikiwar, Kris Sawasemariay, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat membantu tugas tenaga kesehatan di wilayahnya.
“Kehadiran TEP UI membantu kami, terima kasih ya,” tuturnya singkat.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi mampu memperkuat kapasitas kader lokal secara berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Papua Barat.
Tentang TEP UI:
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) adalah gerakan pengabdian masyarakat dan riset terpadu mahasiswa UI di bawah naungan Kementerian Transmigrasi RI. Gerakan ini berfokus pada pemberdayaan, akses kesehatan, dan pengembangan potensi masyarakat di wilayah pelosok serta perbatasan, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDG3 dan SDG4).
(Z-1)
