
INDUSTRI fesyen tidak lagi sekadar berbicara tentang pakaian dan kebutuhan berbusana. Perkembangan musik, gaya hidup, dan komunitas kreatif turut membentuk cara masyarakat memaknai fesyen sebagai bagian dari identitas sosial dan ekspresi budaya. Perubahan ini mendorong merek-merek fesyen untuk memperkuat keterhubungan dengan komunitas dan generasi muda.
Fenomena tersebut tercermin dalam Fred Perry DNA Night 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan. Kegiatan ini mempertemukan elemen olahraga, musik, dan subkultur dalam satu pengalaman yang menggambarkan perjalanan pakaian olahraga menjadi bagian dari gaya hidup perkotaan.
Berangkat dari dunia tenis, sejumlah koleksi Fred Perry berkembang melampaui fungsi awalnya dan menemukan tempat di berbagai komunitas musik serta budaya jalanan. Perjalanan itu memperlihatkan bagaimana sebuah produk fesyen dapat memiliki makna berbeda ketika diadopsi oleh generasi dan komunitas yang beragam.
Dalam kegiatan tahun ini, identitas tersebut diterjemahkan melalui lima koleksi utama, yakni The Fred Perry Shirt, The Tennis Bomber, The Taped Track Jacket, The Barrel Bag, dan The Tennis Shoe. Kelima koleksi itu merepresentasikan perkembangan gaya dari akar olahraga menuju keseharian masyarakat urban.
Brand Manager Fred Perry Indonesia Unita Fatimah mengatakan koleksi-koleksi tersebut menjadi penanda evolusi merek dari sportswear menuju streetwear sekaligus mencerminkan keterkaitan dengan olahraga, musik, dan subkultur.
“Styles ini telah diadopsi berbagai generasi dan menjadi shorthand untuk sport, music, dan subculture,” ujar Unita.
Keterhubungan antara fesyen dan musik jadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sejumlah musisi Indonesia dengan karakter berbeda tampil antara lain Merak yang memadukan unsur vintage psychedelic rock dan musik alternatif, serta Alkateri dengan pendekatan indie-pop yang bersinggungan dengan shoegaze dan ambient post-rock.
Dari Yogyakarta, Grrrl Gang turut menghadirkan karakter musik berbasis gitar dengan estetika do-it-yourself (DIY). The Adams dan Agrikulture juga menjadi bagian dari rangkaian penampilan yang memperlihatkan keberagaman ekspresi musik dalam skena kreatif Indonesia.
Di luar panggung, penyelenggara menghadirkan instalasi interaktif, terowongan imersif dengan elemen visual khas merek, serta area foto bagi pengunjung. Aktivasi tenis meja juga menjadi pengingat hubungan historis fesyen tersebut dengan olahraga raket.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada malam hari lewat penampilan SCRUBS!, Glasloop, dan Trip Do Brasil yang membawa nuansa disco, house, hypnotic grooves, hingga musik Brasil. Perpaduan tersebut membangun pengalaman yang menghubungkan fesyen dengan musik dan interaksi komunitas.
Menurut Unita, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perjalanan menuju peringatan 75 tahun Fred Perry pada 2027. Perusahaan mengangkat koleksi yang dianggap mewakili warisan merek dalam olahraga, musik, dan subkultur, sekaligus menunjukkan bagaimana gaya klasik terus memperoleh interpretasi baru dari generasi ke generasi.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa industri fesyen memiliki ruang yang semakin luas untuk membangun hubungan dengan konsumen melalui pengalaman budaya. Produk tidak hanya dinilai berdasarkan desain dan fungsi, tetapi juga melalui cerita, komunitas, serta nilai yang melekat ketika dikenakan dalam kehidupan sehari-hari. (H-2)
