
PERDANA Menteri Inggris, Andy Burnham, secara resmi menuduh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berada di balik rencana serangan terhadap pangkalan udara RAF Fairford. Pangkalan tersebut merupakan lokasi strategis tempat pesawat pengebom (bomber) Amerika Serikat disiagakan.
Dalam pernyataannya di hadapan House of Commons pada Senin (12/10), Burnham menegaskan bahwa intelijen Inggris mengidentifikasi keterlibatan langsung Teheran dalam ancaman tersebut. Ini menandai pertama kali pemerintah Inggris secara terbuka menyalahkan Iran atas dugaan rencana serangan di wilayah kedaulatan mereka.
Tudingan Langsung terhadap IRGC
“Saya dapat mengonfirmasi penilaian kami bahwa sangat mungkin koordinasi dilakukan di Iran dan hampir pasti diarahkan oleh IRGC. Kami tidak akan menoleransi ancaman seperti ini di tanah kami,” tegas Burnham.
Pernyataan keras ini muncul setelah serangkaian peristiwa keamanan yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Sepuluh hari yang lalu, Amerika Serikat mengevakuasi belasan pesawat pengebom strategis B-1 dari RAF Fairford. Langkah tersebut diambil menyusul ada informasi intelijen yang mengindikasikan potensi serangan pesawat nirawak (drone) dari pihak Iran.
Eskalasi Keamanan dan Penangkapan
Keputusan untuk memindahkan armada bomber tersebut dilakukan beberapa hari setelah pasukan keamanan Inggris menangkap sejumlah warga negara ganda Inggris-Iran. Mereka dicurigai merencanakan serangan terhadap pangkalan tersebut, meskipun otoritas terkait masih mendalami apakah para tersangka terhubung langsung dengan rencana serangan drone yang dimaksud.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut memberikan pernyataan bahwa pihaknya memberikan informasi intelijen kepada Inggris yang menunjukkan ada ancaman nyata dari Iran. Jika serangan tersebut terjadi, hal itu dinilai sebagai langkah berani yang belum pernah terjadi terhadap pangkalan AS di Eropa, yang berpotensi memicu eskalasi perang besar di Timur Tengah.
Respons Diplomatik dan Penolakan Iran
Menyusul tuduhan tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband memanggil Duta Besar Iran di London, Seyed Ali Mousavi, untuk menyampaikan kecaman keras. Namun, pihak Iran membantah keras tuduhan tersebut.
Berbicara kepada kantor berita IRNA, Mousavi menyatakan bahwa Iran menolak tuduhan tersebut. Setelah bertemu dengan Menteri Inggris untuk Timur Tengah, Stephen Doty, Mousavi menegaskan bahwa Iran tidak terlibat dalam insiden tersebut dan meminta pemerintah Inggris untuk memberikan bukti konkret guna mendukung klaim mereka.
Kecaman Kolektif Barat
Di sisi lain, Amerika Serikat, Inggris, dan 27 negara Barat lain merilis pernyataan bersama pada hari Senin. Mereka mengecam Iran atas penggunaan serangan kekerasan, termasuk plot mematikan, pembakaran, sabotase, hingga serangan siber.
Kelompok negara tersebut menyatakan bahwa ancaman terhadap RAF Fairford menunjukkan keinginan berkelanjutan IRGC untuk memproyeksikan aktivitas permusuhan di luar perbatasannya melalui jaringan rahasia dan aktor proksi. (Axios/I-2)
