Ratusan Supermarket Prancis Kena Serangan Siber, Suhu Kulkas Panas Tinggi
Ilustrasi.(Magnific)

RATUSAN supermarket di Prancis menjadi target serangan siber yang belum pernah terjadi. Serangan ini menyebabkan sistem pendingin dan pembeku (freezer) mengalami panas berlebih (overheat) yang berujung pada kerusakan stok makanan hingga munculnya kepulan asap di beberapa lokasi.

Jaringan supermarket besar seperti Carrefour, Monoprix, Intermarché (milik Les Mousquetaires), dan Coopérative U melaporkan bahwa suhu kulkas mereka melonjak hingga 50 derajat celsius (122 derajat fahrenheit) dalam semalam. Insiden ini dilaporkan terjadi pada Senin (12/10/2026) waktu setempat.

Ancaman terhadap Ketahanan Pangan

CEO Coopérative U, Dominique Schelcher, mengonfirmasi bahwa serangan siber tersebut telah melumpuhkan fasilitas produksi pendingin di beberapa gerai mereka. Melalui unggahan di LinkedIn, Schelcher mengecam keras tindakan tersebut.

“Menyerang peralatan yang sangat penting bagi pengawetan produk segar dan pasokan makanan rakyat Prancis adalah hal yang sangat serius dan belum pernah terjadi. Ini tidak bisa diterima,” tegas Schelcher.

Komisioner Eropa untuk Pertanian dan Pangan, Christophe Hansen, juga menyampaikan kecamannya melalui platform X. Ia menyatakan bahwa senjata makanan (weaponization of food) kini menjadi kenyataan yang menakutkan dan memerlukan perhatian serius di semua tingkat keamanan.

Kerugian Jutaan Euro

Kelompok Les Mousquetaires memperkirakan kerugian mencapai jutaan Euro akibat insiden ini. Sekitar 180 gerai mereka terdampak, memaksa pihak manajemen untuk membuang seluruh produk segar dan beku demi menjamin keselamatan konsumen.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, serangan siber ini menyasar salah satu penyedia layanan pihak ketiga yang bertanggung jawab mengelola sistem pendingin di dalam toko. Meskipun beberapa peralatan mengeluarkan asap akibat panas berlebih, pihak Les Mousquetaires menyatakan tidak ada laporan kebakaran besar yang terjadi.

Dampak Luas di Eropa: Analis intelijen ancaman siber dari Sekoia, Felix Aime, menyebutkan bahwa serangan ini tidak hanya terbatas di Prancis, tetapi juga berdampak pada beberapa negara Eropa lainnya termasuk Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia.

Tren Serangan Siber Berbasis AI

Serangan ini terjadi di tengah gelombang kejahatan siber global yang semakin canggih. Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) telah meningkatkan skala dan kecepatan serangan siber secara signifikan.

Chief Information Security Officer global Interpol, Bjorn R. Watne, menjelaskan bahwa AI memungkinkan peretas untuk menargetkan banyak korban secara bersamaan dengan efisiensi yang lebih tinggi. Selain sektor ritel, serangan serupa juga sempat melumpuhkan pembangkit listrik kecil di Inggris pada Juli lalu, serta membocorkan data pelanggan ritel fesyen Asos.

Saat ini, perusahaan-perusahaan yang terdampak di Prancis tengah menunggu hasil investigasi dari juru sita pengadilan dan ahli asuransi untuk menentukan angka pasti kerugian finansial yang dialami. (CNBC/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *