Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo
Korban selamat dievakuasi ke Labuan Bajo.(MI/Marianus)

KEPOLISIAN Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menyelidiki dugaan kelalaian dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Selasa (13/10).

Penyelidikan ini bertujuan mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang mengakibatkan satu penumpang hilang dan tiga wisatawan asing luka-luka. Polisi menduga insiden tersebut tidak hanya dipicu oleh arus laut yang kuat, tetapi juga kemungkinan ada human error atau kelalaian dalam pengoperasian kapal.

Korban yang hingga kini masih dalam pencarian ialah Veronica Beatrix Jessica, 23, seorang dive master berkewarganegaraan Indonesia. Korban diduga terjebak di dalam toilet saat kapal tiba-tiba terbalik dan tenggelam.

Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal, korban berada di dalam toilet dengan pintu terkunci dari dalam saat kapal mendadak terbalik ke sisi kiri.

“Korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam bersama lambung kapal ketika kapal mendadak terbalik ke arah kiri,” ujar Leonardo dalam keterangannya, Selasa (13/10) malam.

Kronologi Kapal Terbalik di Pusaran Arus

KM Feronia, kapal jenis open deck diving berbobot 51 gross tonnage (GT), awalnya berlayar dari Manta Point menuju perairan Tatawa Besar dengan kecepatan 10 knot. Saat mendekati area pusaran arus deras, nakhoda bernama Isran sempat mengurangi kecepatan menjadi 8 knot.

Namun, saat memasuki pusaran, kapal kehilangan kendali, berbalik arah, dan terbalik ke sisi kiri sebelum akhirnya tenggelam. Puluhan penumpang dan awak kapal segera menyelamatkan diri ke laut menggunakan liferaft darurat.

Proses evakuasi awal dibantu oleh dua kapal cepat yang melintas, yakni Speedboat Red Whale dan Speedboat Mac Cruise, sebelum Tim SAR Gabungan tiba di lokasi. Tiga wisatawan asing yang terluka, yakni William Barnet (luka di kepala), Teagans Monks (luka di kaki), dan Yannick Wassmer (luka lecet), kini tengah menjalani perawatan medis intensif di Labuan Bajo.

Soroti Kestabilan Konstruksi Kapal

Selain faktor arus, polisi mendalami aspek teknis dan konstruksi KM Feronia. Meski cuaca dilaporkan teduh, karakteristik lambung kapal yang pendek dan kecil dengan bangunan kabin yang tinggi diduga memengaruhi kestabilan saat menghadapi arus kuat di Tatawa Besar.

“Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan ada unsur kelalaian dari pihak nakhoda yang kurang memperhitungkan kestabilan konstruksi kapal saat melintasi jalur pusaran arus,” tegas Leonardo.

Polres Manggarai Barat telah menerbitkan Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan perkara. Penyidik dijadwalkan memeriksa nakhoda, Kepala Kamar Mesin (KKM), tiga ABK, serta pihak agen pelayaran dan pemilik kapal untuk mengungkap kemungkinan pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran.

Pencarian Korban Dilanjutkan

Hingga saat ini, fokus utama otoritas setempat terbagi antara penyelidikan hukum dan operasi pencarian Jessica. Operasi SAR yang sempat terhenti pada Selasa petang akibat keterbatasan cahaya akan dilanjutkan kembali pada Rabu (14/10).

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama unsur SAR terkait untuk menemukan korban dalam keadaan apa pun,” pungkas Leonardo. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *