Harga Pangan di Brebes Naik Signifikan akibat Kemarau Panjang
Pedagang dan pembeli sedang bertransaksi sayur mayur di Pasar Brebes.(MI/Supardji Rasban)

HARGA sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga pada komoditas beras, cabai rawit merah, hingga sayur-mayur ini dipicu oleh dampak kemarau panjang yang mengganggu produktivitas pertanian.

Kenaikan paling tajam dirasakan konsumen pada komoditas cabai. Harga cabai rawit merah kini menembus kisaran Rp80.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, cabai keriting hijau melonjak drastis dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram.

Kondisi serupa terjadi pada kelompok sayur-mayur. Harga tomat yang semula Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp14.000 per kilogram. Komoditas kacang buncis juga mengalami kenaikan menjadi Rp15.000 per ikat dari sebelumnya Rp11.000 per ikat. Selain itu, harga mentimun dilaporkan turut merangkak naik.

Tidak hanya bumbu dapur dan sayuran, harga beras sebagai kebutuhan pokok utama juga terus meroket. Beras kualitas medium kini dibanderol Rp16.000 per kilogram dari sebelumnya Rp15.000 per kilogram. Sedangkan beras kualitas super atau premium naik menjadi Rp17.000 per kilogram dari harga semula Rp16.000 per kilogram.

Kepala Pasar Belakang Kodim Brebes, Amirudin, mengonfirmasi bahwa fenomena ini merupakan dampak langsung dari musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

“Hasil panen petani yang menyusut membuat harga kebutuhan pangan naik signifikan,” ujar Amirudin pada Rabu (14/10/2026).

Kenaikan harga ini menuai keluhan dari para konsumen. Nur Ainul, salah seorang pembeli, berharap pemerintah segera melakukan intervensi untuk menstabilkan harga di pasar.

“Harusnya pemerintah turun tangan melakukan intervensi agar harga kebutuhan pangan bisa stabil,” keluh Nur Ainul.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dan dinas terkait untuk segera menggelar operasi pasar murah. Langkah ini dinilai mendesak guna menjaga daya beli masyarakat agar tidak terus merosot, terutama menjelang akhir tahun. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *