Film Dokumenter Jejak Wallacea: Suarakan Konservasi Pesisir Berbasis Komunitas
Konferensi pers film dokumenter Jejak Wallacea(MI/HO)

UPAYA memperkuat konservasi pesisir berbasis komunitas kembali menggema melalui peluncuran film dokumenter berjudul Jejak Wallacea. Pemutaran perdana film ini digelar di Auditorium CGV FX Sudirman, Jakarta, pada Rabu (6/5/2026), sebagai bentuk advokasi penyelamatan ekosistem laut di wilayah Indonesia Timur.

Film hasil kolaborasi Arisel Indonesia dan Burung Indonesia ini diproduksi dengan dukungan Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) melalui Program Kemitraan Wallacea II. Narasi visual ini merekam perjuangan nyata masyarakat pesisir dalam melindungi laut dari ancaman destruktif, seperti penggunaan bom ikan, racun, hingga perburuan satwa dilindungi seperti penyu.

Produser sekaligus sutradara film Jejak Wallacea, SAM August Himmawan, mengungkapkan bahwa proses produksi film ini merupakan perjalanan fisik dan emosional yang mendalam. Selama 22 hari, tim mendokumentasikan kearifan lokal di empat provinsi di wilayah Wallacea.

“Lokasinya cukup menantang. Tim harus menyeberang ke pulau-pulau kecil dengan perahu nelayan, menyelam di area konservasi, hingga mendaki bukit terjal menuju desa adat demi mendapatkan perspektif otentik dari masyarakat,” ujar SAM August.

Menjaga Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati

Wilayah Wallacea bukan sekadar gugusan pulau, melainkan fondasi ekologis yang menopang kehidupan melalui terumbu karang, hutan mangrove, dan padang lamun. Namun, kekayaan ini terus dibayangi praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak zona inti kawasan konservasi.

Wahyu Teguh Prawira, Marine Specialist Burung Indonesia sekaligus Team Leader Program Kemitraan Wallacea II, menjelaskan bahwa inisiatif ini menitikberatkan pada penguatan hukum adat dan pengetahuan lokal. Menurutnya, masyarakat adalah aktor utama yang paling efektif dalam menjaga kedaulatan pangan dan kelestarian laut mereka sendiri.

Berikut adalah rincian fokus wilayah dan capaian strategis dari Program Kemitraan Wallacea II:








Aspek Program Detail Informasi
Tujuh Koridor Prioritas Togean-Banggai, Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Solor Alor, dan Bentang Laut Buru.
Capaian Tata Kelola Peningkatan tata kelola di 14 Key Biodiversity Area (KBA).
Dampak Sosial Penciptaan sumber pendapatan baru bagi perempuan pesisir melalui pemanfaatan SDA berkelanjutan.
Target Konservasi Penurunan ancaman terhadap spesies laut dilindungi dan pemulihan habitat kritis.

Keberlanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor

Meski telah menunjukkan hasil positif dalam menekan angka perusakan lingkungan, tantangan besar masih menghadang. Burung Indonesia menekankan pentingnya integrasi model konservasi berbasis komunitas ke dalam kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Ke depan, film Jejak Wallacea diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pemantik kolaborasi antara akademisi, sektor swasta, dan pemerintah. Tujuannya jelas: memastikan inisiatif lokal ini tetap berkelanjutan melampaui masa pendanaan program, demi menjaga laut sebagai warisan untuk generasi mendatang. (Z-1)

Program Kemitraan Wallacea II merupakan kelanjutan dari fase pertama yang berfokus pada pemberian hibah bagi organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam di kawasan Wallacea.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *