
GEMPA bumi mengguncang wilayah Kabupaten dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (30/9/2026) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga lebih dari 20 menit pascakejadian, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
Dalam pemutakhiran data terbaru, BMKG merevisi kekuatan gempa yang semula bermagnitudo M4,7 menjadi M4,8. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa peristiwa tektonik ini terjadi pada pukul 17.58.51 WIB atau 18.58.51 WITA.
Hasil analisis menunjukkan pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 10,24 derajat Lintang Selatan dan 123,59 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di darat, berjarak sekitar 26 kilometer arah barat Kabupaten Kupang, dengan kedalaman hiposenter mencapai 9 kilometer.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.
Guncangan gempa ini dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan skala intensitas IV MMI. Meski demikian, BMKG memastikan bahwa parameter gempa tersebut tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.
Hingga pukul 18.21 WIB, tim monitoring BMKG belum mencatat adanya aktivitas aftershock atau gempa susulan. Selain itu, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak fisik lainnya akibat guncangan tersebut.
Arief mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. (H-3)
