
KRISIS air bersih masih menjadi persoalan pelik yang menghimpit warga di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Dusun Kajuata, Desa Golo Lebo, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 48 kepala keluarga (KK) atau sekitar 170 jiwa harus berjuang melawan keterbatasan akses air yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dan air minum, warga terpaksa menempuh perjalanan sejauh 2 kilometer menuju sumber mata air terdekat. Perjalanan ini bukan tanpa risiko; warga harus melewati medan ekstrem dengan tanjakan dan turunan terjal yang membahayakan keselamatan.
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Dusun Kajuata, Desa Golo Lebo, Kec. Elar |
| Jumlah Terdampak | 48 KK / 170 Jiwa |
| Jarak ke Sumber Air | ± 2 Kilometer |
| Durasi Krisis | Puluhan Tahun (Lintas Generasi) |
| Fasilitas Terdampak | SMP Negeri 12 Elar dan SDK Kai |
Kondisi ini kian memprihatinkan saat musim hujan tiba. Akses jalan yang berubah menjadi lumpur licin meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga yang memikul jeriken air. Lukas Lajar, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa beban ini telah diwariskan dari generasi ke generasi tanpa ada solusi nyata.
“Kami sudah bertahun-tahun menghadapi kesulitan air bersih. Setiap hari kami harus berjalan jauh untuk mengambil air, padahal air merupakan kebutuhan utama bagi setiap keluarga,” ujar Lukas, Sabtu (17/10).
Dampak Luas pada Sektor Pendidikan
Persoalan air di Kajuata tidak hanya berhenti di dapur warga, tetapi juga merambah ke institusi pendidikan. Remi Ngajang, warga lainnya, menyoroti bagaimana krisis ini mengganggu aktivitas di SMP Negeri 12 Elar dan SDK Kai. Ketiadaan pasokan air yang memadai menyulitkan pemenuhan standar sanitasi dan kebersihan bagi siswa serta tenaga pendidik.
Menurut Remi, kondisi ini bukan sekadar masalah infrastruktur fisik, melainkan menyangkut hak dasar warga dan kualitas hidup anak-anak yang sedang menempuh pendidikan. Tanpa air bersih, kenyamanan dan kesehatan di lingkungan sekolah menjadi terancam.
Mendesak Langkah Konkret Pemerintah
Masyarakat Dusun Kajuata kini mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan Pemerintah Provinsi NTT untuk segera turun tangan. Warga berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap pendataan atau survei teknis, tetapi segera merealisasikan pembangunan sarana air bersih yang berkelanjutan.
Beberapa solusi yang diusulkan warga meliputi:
- Pembangunan jaringan perpipaan air minum dari sumber mata air.
- Pengeboran sumur bor jika kondisi geologis memungkinkan.
- Penyediaan bak penampungan air bersih (reservoir) yang memadai di titik permukiman.
“Sebanyak 170 warga harus menghabiskan waktu dan tenaga setiap hari hanya untuk memperoleh kebutuhan paling mendasar. Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar harapan,” tegas Remi.
Warga berharap pemerintah segera memetakan sumber air potensial dan menyusun rencana penanganan dengan target waktu yang jelas agar krisis puluhan tahun ini segera berakhir. (Z-1)
