Rutinitas Membersihkan Rumah Saat Hamil Terkait Perkembangan Anak
Ilustrasi(Magnific)

MENJAGA kebersihan rumah dengan rutin menyedot debu atau membersihkan tempat tidur sudah menjadi aktivitas harian bagi banyak orang. Namun, sebuah penelitian berskala besar di Jepang mengungkapkan kebiasaan ibu hamil dalam membersihkan rumah ternyata memiliki keterkaitan menarik dengan perkembangan anak di usia balita.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Toyama dan terbit di jurnal BMC Pediatrics ini menganalisis data dari 81.125 pasangan ibu dan anak. Hasilnya menunjukkan balita dari ibu yang lebih sering menyedot debu ruang tamu dan mengangin-anginkan alas tidur (futon) saat masa kehamilan cenderung sedikit lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami potensi gangguan tumbuh kembang.

Pola keterkaitan positif tersebut konsisten terlihat pada setiap evaluasi berkala anak yang dilakukan sejak usia 18 bulan hingga tiga tahun.

“Studi kami sebelumnya menemukan adanya hubungan antara perilaku membersihkan rumah oleh ibu selama kehamilan dan perkembangan anak hingga usia 1 tahun,” kata ketua tim peneliti, Kanako Shimada, asisten profesor di University of Toyama. “Namun, saat itu masih belum jelas apakah hubungan tersebut berlanjut melampaui masa bayi.”

Pengaruh Kebiasaan Menyedot Debu

Penelitian ini merupakan bagian dari Japan Environment and Children’s Study yang telah memantau sekitar 100.000 ibu dan anak sejak 2011. Pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, para ibu mengisi survei mengenai empat kebiasaan membersihkan rumah: menyedot debu lantai ruang tamu, menyedot debu futon, mengangin-anginkan futon, serta menggunakan penutup tempat tidur anti-tungau.

Evaluasi tumbuh kembang anak kemudian dinilai setiap enam bulan menggunakan kuesioner Ages and Stages Questionnaires. Alat ukur ini memantau lima area utama, yaitu komunikasi, pemecahan masalah, keterampilan personal dan sosial, serta motorik kasar dan halus.

Hasil analisis pada usia 18 bulan menunjukkan 90,8% balita dari ibu yang menyedot debu ruang tamu setiap hari tidak memiliki catatan indikasi masalah perkembangan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok balita yang ibunya hanya menyedot debu sekali atau dua kali sebulan (84,7 persen).

Setelah memperhitungkan 22 variabel pembaur, seperti tingkat pendapatan keluarga, kebiasaan merokok, kepemilikan hewan peliharaan, hingga penggunaan pemurni udara (air purifier), aktivitas menyedot debu ruang tamu secara harian tetap berkaitan dengan penurunan peluang munculnya potensi masalah perkembangan sebesar seperempat hingga sepertiga. Selain itu, penggunaan penutup tempat tidur anti-tungau berhubungan dengan penurunan risiko masalah perkembangan sebesar 9 hingga 14 persen.

Kandungan Kimiawi pada Debu dan Lingkungan Rumah

Keberadaan debu rumah tangga kerap menyimpan berbagai bahan kimia tersembunyi. Riset-riset sebelumnya mengidentifikasi adanya kandungan timbal, formaldehida, bahan penghambat api, serta ftalat (phthalates) pada debu rumah. Senyawa ftalat yang umum ditemukan pada bahan bangunan, cat, dan lem diakui sebagai salah satu zat yang berisiko mengganggu perkembangan otak.

Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Peneliti juga tidak mengambil sampel debu rumah secara fisik maupun menilai kondisi lingkungan rumah secara langsung setelah kelahiran bayi.

Faktor-faktor lain di luar rutinitas membersihkan rumah, seperti tingkat pengetahuan kesehatan ibu, pola pengasuhan, interaksi orang tua dan anak, serta asupan nutrisi, dapat menjadi variabel lain yang turut memengaruhi perkembangan anak.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dengan lebih baik faktor-faktor yang mendasari hubungan ini,” ujar Shimada. “Studi yang menggunakan pengukuran objektif terhadap lingkungan rumah akan sangat penting dalam menentukan apa yang dapat menjelaskan hubungan yang teramati ini.” (EArth/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *