
PERISTIWA kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, berdampak fatal bagi permukiman. Api yang semula membakar lahan merambat hingga menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Karang Raja pada Senin (12/10) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengonfirmasi bahwa titik kebakaran berada di lokasi yang tidak jauh dari permukiman penduduk. Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terdampak mencapai ratusan meter persegi.
“Total luas lahan yang terbakar sekitar 0,3 hektare,” ujar Abdurrozieq saat dihubungi dari Palembang, Senin.
Ia menjelaskan, api diduga cepat merambat akibat tiupan angin kencang. Hal ini menyebabkan si jago merah menyambar satu unit rumah warga yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera Baturaja-Muara Enim.
Merespons laporan masyarakat, puluhan personel gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk memutus perambatan api agar tidak meluas ke rumah warga lainnya. Petugas gabungan tersebut terdiri dari unsur BPBD, Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Muara Enim, TNI, Polri, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Dalam operasi pemadaman, petugas mengerahkan sejumlah peralatan memadai, di antaranya satu unit mobil suplai air kapasitas 4.000 liter, tiga unit kendaraan pemadam kebakaran, satu unit tangki air kapasitas 5.000 liter, dan 16 roll selang machino dan lima buah nozel.
Abdurrozieq memastikan bahwa saat ini kondisi di lokasi sudah terkendali. Api yang membakar lahan maupun rumah warga telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Saat ini api karhutla dan rumah yang terbakar sudah padam total. Petugas masih di lapangan untuk melakukan pendinginan di lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api,” pungkasnya. (Ant/H-3)
