Kemendesa PDT dan Diaspora Perkuat Pengembangan Desa Ekspor ke Pasar Global
Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa dan PDT) dengan ID SEED.(MI/HO)

INDONESIA Diaspora SME-SMI Export Empowerment & Development (ID SEED) memperkuat komitmen dalam mendorong produk unggulan desa Indonesia menembus pasar internasional. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis pengembangan produk unggulan Desa Tematik dan Desa Ekspor.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa dan PDT) dengan ID SEED. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, bersama Ketua Umum ID SEED, Ira Damayanti.

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Panglejar, Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (10/10/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Barat Jeje Ismail, Bupati Mojokerto, serta sejumlah wakil bupati dari wilayah Jawa Barat.

Ira Damayanti hadir bersama jajaran pengurus serta diaspora Indonesia dari berbagai negara seperti Prancis, Turki, Mesir, dan Malaysia. Kehadiran jejaring diaspora lintas negara ini mencerminkan komitmen organisasi untuk membangun kolaborasi internasional dalam memperluas akses pasar, mempromosikan produk unggulan desa, dan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.

Sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) untuk memasuki pasar ekspor, ID SEED memandang pengembangan Desa Ekspor dan Desa Tematik sebagai langkah strategis. Hal ini bertujuan untuk menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan peluang perdagangan internasional secara langsung.

Ira Damayanti menegaskan bahwa potensi desa Indonesia sangat besar, namun perlu didukung oleh akses pasar yang kuat dan jejaring perdagangan yang mumpuni agar produk lokal dapat bersaing secara kompetitif di mancanegara.

Fokus Kolaborasi:

  • Pengembangan potensi ekonomi Desa Tematik berbasis produk unggulan.
  • Peningkatan kapasitas UMKM desa untuk standar kualitas ekspor.
  • Pemanfaatan jaringan diaspora Indonesia sebagai market hub di luar negeri.
  • Fasilitasi akses pasar internasional bagi produk-produk desa.

Melalui sinergi dengan Kemendesa PDT, diharapkan program Desa Ekspor ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa sekaligus memperkenalkan kekayaan komoditas Indonesia kepada dunia melalui peran aktif para diaspora. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *