
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian khusus pada kasus meninggalnya bayi A berusia 24 hari di Surabaya, akibat tersedak setelah diberi telur mentah oleh neneknya. Bayi A dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
“Kami memahami kondisi keluarga yang sedang berduka dan memohon agar mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri,” kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto dardak di Surabaya, di Gedung Grahadi, Senin (12/10).
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, bayi itu diduga diberi telur mentah oleh neneknya dengan maksud meredakan demam tinggi. Namun, kondisinya justru memburuk dan berujung meninggal dunia pada Minggu (11/10) pagi sekitar pukul 07.10 WIB
Emil Elestianto Dardak menyampaikan duka mendalam atas kepergian balita A setelah diupayakan penanganan medis selama tiga hari. RSUD Dr. Soetomo telah berusaha memberikan penanganan maksimal kepada pasien.
Bayi itu mulanya menjalani perawatan di ruang IGD. Namun karena kondisinya memburuk, pasien langsung dilarikan ke ruang NICU untuk diberi penanganan medis secara ketat.
“Ibu direktur juga mengonfirmasi bahwa pasien telah diterima sejak malam, setelah datang ke IGD sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian masuk NICU sekitar pukul 11.00 WIB tanpa intervensi dari saya. Artinya, sistem sudah berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Dari hasil komunikasi Emil dengan pihak rumah sakit, pasien bayi itu diduga mengalami infeksi saluran pencernaan, sehingga kondisinya memburuk dan nyawanya tak tertolong.
“Informasi yang saya terima, pasien mengalami infeksi saluran pencernaan,” kata Emil.
Meski demikian, Emil menegaskan bahwa ia tak dapat menyimpulkan apakah telur mentah itu menjadi pemicu gejala infeksi saluran pencernaan pada sang bayi.
Menurutnya, penjelasan rekam medis yang dialami pasien tersebut merupakan wewenang dari tim dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
“Adapun hubungan sebab-akibat antara kondisi tersebut dan makanan yang dikonsumsi, seyogianya disampaikan oleh pihak medis yang berwenang,” jelasnya.
Ditegaskan, kejadian kali ini harus menjadi perhatian semua pihak supaya tidak memberi makan sembarangan kepada seorang bayi.
Di sisi lain, Emil meminta publik menghormati pihak keluarga yang tengah dilanda duka mendalam atas kepergian sang buah hati.
“Tentu, ke depannya hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Namun, mari kita hormati terlebih dahulu keluarga Ananda Alena yang sedang berduka,” katanya.(FL/E-4)
