Persib Bandung Kecam Kekerasan Terhadap Tim U-18 di Batang
Logo Persib Bandung(chatgpt)

MANAJEMEN Persib Bandung secara tegas mengecam tindakan kekerasan yang menimpa tim Persib U-18 saat berada di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah. Insiden ini dinilai sangat serius karena mengancam keselamatan para pemain muda yang tengah menjalani proses pembinaan atlet.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa para pemain muda memiliki hak dasar untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman. Menurutnya, kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat dalam dunia olahraga, terutama bagi mereka yang sedang berkembang.

“Terlebih para atlet muda, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius,” ujar Adhitia dalam keterangannya di Bandung, Senin (13/10).

Dugaan Penjarahan dan Kerusakan Fasilitas

Berdasarkan laporan yang diterima manajemen, insiden tersebut tidak hanya melibatkan kekerasan fisik dan perusakan bus rombongan tim. Terdapat dugaan kuat terjadinya penjarahan terhadap sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan milik tim Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Adhitia menekankan bahwa tindakan kriminal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk rivalitas dalam sepak bola. Ia menegaskan bahwa segala tindakan yang membahayakan personel tim harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola,” tegasnya.

Seruan Sportivitas dan Ketenangan Suporter

Manajemen Persib mengingatkan bahwa perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan intimidasi atau perusakan. Rivalitas seharusnya tetap terjaga dalam koridor sportivitas dan saling menghormati antar sesama elemen sepak bola.

“Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat terjadinya kekerasan yang mengancam keselamatan,” tambah Adhitia.

Menyikapi situasi yang memanas, Persib mengimbau seluruh pendukung setianya, Bobotoh, untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi. Manajemen meminta suporter untuk tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Pernyataan Resmi Manajemen:

Persib mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia, termasuk klub, suporter, penyelenggara kompetisi, dan aparat penegak hukum, untuk bersinergi mencegah terulangnya kejadian serupa demi menciptakan lingkungan sepak bola yang aman, sportif, dan bermartabat.

(Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *