Kenapa Pegunungan Himalaya Rawan Banjir Bandang?
Pegunungan Himalaya di Nepal menyimpan risiko bencana tinggi dari tanah longsor hingga banjir bandang. Simak analisis pakar dan kondisi terkini di sini!(AFP)

DI sepanjang perbatasan Nepal membentang Pegunungan Himalaya, jajaran gunung tertinggi di dunia yang menjadi salah satu penggerak utama industri pariwisata negara tersebut. Namun, lingkungan pegunungan tinggi memiliki karakteristik yang tidak dapat diprediksi, di mana banjir sering kali terjadi ketika tanah longsor dan longsoran salju memicu lonjakan air secara mendadak di sungai-sungai bagian hilir.

Selain banjir, Nepal juga rentan terhadap gempa bumi yang dapat mengganggu stabilitas salju dan es di pegunungan. Pada 2015, hampir 9.000 orang tewas setelah gempa bumi bermagnitudo 7,8 mengguncang Nepal dan memicu longsoran salju mematikan di Gunung Everest.

Baru-baru ini, banjir di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet yang menewaskan ratusan orang dan menyebabkan ribuan lainnya hilang disebabkan oleh longsoran batu dan es di dekat puncak Langtang Lirung, sebuah gunung di sisi Himalaya wilayah Nepal. Para ahli menyatakan bahwa perubahan iklim, yang menyebabkan gletser mencair lebih cepat, kemungkinan besar meningkatkan risiko bencana-bencana tersebut. Seiring lingkungan pegunungan yang menjadi semakin tidak stabil, komunitas yang tinggal di sana menjadi kian rentan.

Mengenai penyebab banjir terbaru, Koresponden Lingkungan BBC World Service, Navin Singh Khadka, melaporkan bahwa pemicunya masih belum jelas. Beberapa pihak menyebutkan tanah longsor kemungkinan telah membendung Sungai Budhi Gandaki atau anak sungainya untuk sementara waktu, sebelum akhirnya air yang tertahan tersebut jebol. Pihak lain menilai runtuhnya gletser juga bisa menjadi pemicu tanah longsor tersebut. Namun, para ahli menyatakan hal ini sulit dikonfirmasi karena tutupan awan yang tebal menyulitkan pengambilan citra satelit yang jelas.

Meski pihak berwenang belum mengonfirmasi adanya korban jiwa, laporan awal menunjukkan bencana tersebut menyebabkan kerusakan terparah di Perdesaan Chumanubri. Ketua Perdesaan Chumanubri, Nima Lama, menyampaikan bahwa setidaknya dua desa telah hancur dan beberapa jembatan hanyut terbawa arus. Nima menambahkan bahwa lima orang yang dilaporkan hilang diperkirakan merupakan peternak, dan sekitar 100 ekor sapi juga dinyatakan hilang.

Sementara itu, Asisten Kepala Pejabat Distrik Netra Prasad Sharma mengonfirmasi bahwa ratusan orang telah mengungsi di seluruh wilayah Distrik Gorkha akibat bencana ini. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *