Bolehkah Anjing Tidur di Tempat Tidur Anda? Ini Kata Hasil Penelitian
Ilustrasi(Magnific)

BAGI banyak pemilik hewan peliharaan, membiarkan anjing kesayangan meringkuk di ujung kasur saat malam hari adalah hal yang lumrah. Kebiasaan ini memberi rasa hangat, aman, serta mempererat ikatan batin antara pemilik dan hewan peliharaannya. Namun, apakah kebiasaan tidur bersama anjing ini baik untuk kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan?

Sejumlah penelitian dan pakar kesehatan tidur telah meneliti dampak dari kebiasaan ini. Hasilnya menunjukkan adanya kombinasi antara manfaat psikologis serta beberapa risiko fisik yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda membiarkan anjing naik ke atas kasur.

Manfaat Psikologis dan Rasa Aman

Dari sudut pandang kesehatan mental dan kenyamanan, kehadiran anjing di tempat tidur dapat memberikan dampak positif. Kehadiran fisik hewan peliharaan diketahui dapat menurunkan kadar stres dan kecemasan pada manusia.

Secara psikologis, detak jantung yang teratur serta rasa hangat dari tubuh anjing dapat memberikan efek menenangkan. Bagi orang yang tinggal sendiri atau sering merasa cemas di malam hari, keberadaan anjing di samping mereka memberikan rasa aman tambahan sehingga membantu mereka lebih cepat terlelap.

Dampak terhadap Kualitas dan Gangguan Tidur

Meski memberikan kenyamanan emosional, tidur bersama anjing dapat memengaruhi kualitas tidur secara fisik. Anjing memiliki pola tidur yang berbeda dengan manusia. Mereka cenderung sering berpindah posisi, terbangun akibat suara halus, terbangun untuk minum, atau menggaruk tubuh mereka di tengah malam.

Gerakan dan suara yang dihasilkan anjing selama malam hari dapat memicu micro-arousals atau terbangun singkat pada manusia. Meskipun pemilik mungkin tidak ingat telah terbangun, interupsi kecil yang terjadi berulang kali ini dapat mengurangi durasi tidur nyenyak (deep sleep). Akibatnya, pemilik kerap merasa kurang segar saat terbangun di pagi hari.

Pertimbangan Kebersihan dan Mikroba

Faktor lain yang patut diperhatikan adalah masalah kebersihan. Anjing yang sering beraktivitas di luar ruangan dapat membawa kotoran, debu, alergen seperti serbuk sari, hingga bakteri dan parasit ke dalam tempat tidur.

Bagi individu yang memiliki riwayat alergi atau asma, keberadaan bulu dan dander (ketombe hewan) di sprei dan bantal dapat memicu reaksi alergi atau memperburuk gejala pernapasan saat malam hari. Selain itu, potensi munculnya kutu atau tungau di area tempat tidur juga menjadi risiko kesehatan yang perlu diantisipasi.

Tips Jika Ingin Tetap Tidur Bersama Anjing

Jika Anda tetap memilih untuk tidur bersama anjing kesayangan, ada beberapa langkah kompromi yang disarankan para ahli untuk meminimalkan risiko:

  • Menjaga Kebersihan Anjing: Bersihkan kaki dan tubuh anjing setelah beraktivitas di luar rumah, serta mandikan secara teratur.
  • Rutin Mengganti Sprei: Cuci sprei, sarung bantal, dan selimut menggunakan air panas minimal seminggu sekali untuk membasmi kuman dan alergen.
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Pastikan anjing telah mendapatkan vaksinasi lengkap, obat cacing, dan perawatan anti-kutu secara berkala.
  • Memberikan Sisi atau Tempat Khusus: Jika memungkinkan, sediakan kasur khusus anjing (dog bed) di dalam kamar yang sama, sehingga anjing tetap dekat tanpa harus berbagi kasur secara langsung.

(Martha Stewart/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *