
HUJAN lebat yang mengguyur Kota Padang sejak siang hari mengakibatkan sejumlah aliran sungai meluap dan merendam kawasan permukiman warga pada Sabtu (10/10). Dampak genangan banjir paling parah melanda tiga wilayah, yakni Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.
Berdasarkan data evakuasi sementara, sebanyak 35 jiwa di Kampung Apa, Koto Tangah, dan 40 jiwa di kawasan Lumin Park telah diselamatkan. Di wilayah Lapau Munggu, Kuranji, sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir. Sementara itu, warga di Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, memilih melakukan evakuasi secara mandiri guna menghindari genangan air yang terus naik.
Merespons situasi darurat tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat Gabungan. Tim yang bergerak di lapangan melibatkan unsur BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta dukungan penuh dari TNI, Polri, dan Basarnas.
“Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan evakuasi dan pertolongan darurat bagi seluruh warga yang membutuhkan,” tegas Fadly Amran.
Selain merendam permukiman warga, luapan banjir ini juga menggenangi beberapa titik proyek pekerjaan rehabilitasi infrastruktur pascabencana November 2025 dan Agustus 2026 yang saat ini masih berlangsung di Kota Padang. (YH/E-4)
