Kemlu RI Tingkatkan Kewaspadaan WNI di Saudi Usai Serangan Bandara
Ilustrasi(Antara)

KEMENTERIAN Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan menyusul serangkaian serangan terhadap sejumlah bandara di negara tersebut, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10).

Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Kemlu mengimbau WNI untuk menjauhi lokasi yang berpotensi rawan, terutama kawasan bandara, serta menunda perjalanan yang tidak mendesak demi menjaga keselamatan.

“Tetap waspada dan utamakan keselamatan,” demikian pernyataan Kemlu RI pada Senin (12/10).

Kemlu juga meminta WNI yang hendak melakukan perjalanan dari maupun menuju Arab Saudi untuk memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.

“WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh,” tambah pernyataan tersebut. 

Kemlu menyatakan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan menjalin koordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan warga Indonesia.

Selain meminta WNI menghindari wilayah yang berpotensi menjadi titik rawan, KBRI Riyadh melarang masyarakat mendokumentasikan atau menyebarluaskan informasi terkait upaya penangkisan rudal dan pesawat nirawak (drone).

“Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan, informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya dapat berakibat pada konsekuensi hukum,” demikian bunyi imbauan KBRI Riyadh.

Berdasarkan informasi dari otoritas Arab Saudi, serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya terluka. Sejumlah korban dilaporkan mengalami kondisi kritis dan telah memperoleh perawatan medis di beberapa rumah sakit.

Dari total korban meninggal, empat orang merupakan warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Insiden tersebut juga menyebabkan operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan evaluasi keselamatan.

Hingga Minggu (11/10), Kemlu memastikan tidak ada WNI yang meninggal dunia dalam serangan tersebut. Meski demikian, pemerintah masih melakukan verifikasi untuk memastikan kemungkinan adanya warga Indonesia di antara para korban luka.

KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta memantau sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya guna memastikan apakah terdapat WNI yang terdampak insiden tersebut.

Kemlu RI, KBRI Riyadh, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah akan terus mengikuti perkembangan situasi serta mengambil langkah perlindungan yang diperlukan bagi WNI di Arab Saudi.

Kedua perwakilan Indonesia tersebut tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta perlindungan WNI seperti biasa.

WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau hotline KJRI Jeddah di nomor +966 503609667. (E-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *