Posyandu di Kutai Timur Jangkau 109 Balita, 45 Anak Dapat Imunisasi
Pelayanan Posyandu di Desa Tepian Terap dan Desa Pelawan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.(TAP)

Pemantauan kesehatan ibu dan anak dilakukan melalui layanan Posyandu di Desa Tepian Terap dan Desa Pelawan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pada 17 September 2026, kegiatan tersebut menjangkau 109 balita dan 23 ibu hamil. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 balita mendapatkan imunisasi dasar. Selain imunisasi, layanan Posyandu mencakup pemeriksaan tumbuh kembang anak dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan anak dapat dipantau sejak dini, termasuk mengenali risiko gangguan tumbuh kembang. Upaya pemantauan kesehatan anak sejak usia dini juga berkaitan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi anak untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau anak-anak kita tidak sehat dan tidak pintar tidak mungkin Indonesia bisa jadi negara maju. Pak Presiden ingin kita menjadi Indonesia emas. Kalau ingin sehat dan pintar, anak-anaknya tidak boleh kekurangan nutrisi. Karena kalau kekurangan nutrisi pasti tidak bisa pintar ketika besarnya,” ucap Budi.

Deteksi Dini Risiko Kesehatan

Layanan Posyandu di kedua desa tersebut turut mendapat pendampingan PT Etam Bersama Lestari (EBL), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), melalui program TAP Untuk Negeri. Sekretaris Desa Pelawan Faizal Ahmad mengatakan dukungan tersebut membantu pelaksanaan layanan Posyandu di tingkat desa.

“Kami sangat menghargai perhatian dan kerja sama yang telah diberikan PT EBL kepada Pemerintah Desa Pelawan dan kader Posyandu. Bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan kegiatan Posyandu sehingga dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan manfaat langsung bagi Masyarakat,” ujar Faisal.

Berdasarkan catatan kesehatan desa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan kasus stunting di Desa Tepian Terap maupun Desa Pelawan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau untuk menjaga tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

Ketua Kader Posyandu Cahaya Senja Desa Pelawan Sumiarti, A.Md.Keb. mengatakan dukungan yang diberikan dimanfaatkan antara lain untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan.

“Bantuan yang diberikan kami manfaatkan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu. Dukungan tenaga medis juga sangat membantu dalam pelayanan vaksinasi dan pemeriksaan ibu hamil. Kami berharap kerja sama dan dukungan dari PT EBL dapat terus berlanjut ke depannya,” ujar Sumiarti.

Ketua Kader Posyandu Tepian Terap Nurhidayah Syam mengatakan pemeriksaan di Posyandu membantu kader memantau tumbuh kembang anak sekaligus mengenali risiko stunting lebih awal.

“Sinergi ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi kehadiran warga, tetapi juga memberikan dampak nyata pada deteksi dini risiko stunting di tingkat desa. Dengan adanya pemeriksaan gratis, kami dapat memantau tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Kolaborasi antara kader dan tim medis PT EBL juga semakin memperkuat layanan kesehatan preventif bagi ibu dan balita,” ungkap Nurhidayah.

Menjaga Layanan Kesehatan Dasar

Bagi masyarakat, Posyandu menjadi salah satu titik layanan kesehatan dasar yang memungkinkan pemantauan kondisi ibu dan anak dilakukan secara berkala. Pemeriksaan berat dan tinggi badan, imunisasi, pemberian makanan tambahan, hingga pemeriksaan ibu hamil menjadi bagian dari layanan yang dapat membantu mengenali persoalan kesehatan sebelum berkembang lebih jauh.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut dilakukan EBL melalui pilar kepedulian masyarakat dalam program TAP Untuk Negeri. Perusahaan menyebut dukungan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi di sekitar wilayah operasionalnya.

Kegiatan Posyandu di Desa Tepian Terap dan Desa Pelawan menunjukkan bahwa pemantauan kesehatan anak tidak hanya bergantung pada penanganan ketika masalah muncul. Pemeriksaan rutin dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk menjaga tumbuh kembang anak sejak usia awal. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *