
MINAT masyarakat Indonesia untuk mengakses layanan kesehatan mental menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan terbaru Indonesia Health Insights Report bertajuk Navigating Indonesia’s Mental Health Landscape 2026 yang dirilis oleh Halodoc, kesadaran publik untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional terus meningkat.
Kepala Pemasaran Halodoc, Fibriyani Elastria, mengungkapkan bahwa saat ini satu dari setiap 15 konsultasi yang terjadi di platform Halodoc berkaitan dengan kesehatan mental. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Menariknya, pertumbuhan ini dua pertiganya didorong oleh pasien baru. Jadi, mereka yang sebelumnya belum pernah berkonsultasi, kini mulai berani bicara mengenai kesehatan mental,” ujar Fibriyani dalam acara temu media di Jakarta, Kamis (9/10/2026).
Dominasi Generasi Muda dan Perempuan
Laporan tersebut juga memotret demografi pengguna layanan yang sangat spesifik. Mayoritas pengguna layanan konsultasi kesehatan mental berasal dari kelompok usia produktif, dengan dominasi gender perempuan yang cukup signifikan.
| Kategori Demografi | Persentase |
|---|---|
| Rentang Usia 18–34 Tahun | 90,7% |
| Pengguna Perempuan | 83,3% |
Lonjakan Diagnosis Ansietas
Selama semester pertama 2026, gangguan ansietas (kecemasan) muncul sebagai diagnosis tertinggi di platform tersebut. Tercatat, diagnosis ansietas mencapai 31,6% dari total konsultasi kesehatan mental, atau melonjak 47,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Masalah kesehatan mental ini ditemukan pada berbagai kelompok usia dengan pemicu yang beragam:
- Anak-anak: Terkait persoalan tumbuh kembang.
- Remaja: Tekanan akademik dan dinamika keluarga.
- Pria Usia Produktif: Disfungsi seksual.
- Perempuan Usia Produktif: Kombinasi depresi dan persoalan relasi.
- Lansia: Penurunan fungsi kognitif.
Pentingnya Deteksi Dini
Mitra Psikolog Halodoc, Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., menekankan bahwa keberanian pasien baru untuk mencari bantuan adalah langkah krusial. Menurutnya, konsultasi kepada psikolog atau psikiater bukanlah tanda kekalahan atau kelemahan dalam menghadapi situasi.
“Justru, semakin cepat berkonsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya,” tegas Miki.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peka mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat. (Ant/Z-1)
