15 Faktor yang Bisa Memicu Stroke di Usia Muda, Bukan Hanya karena Gaya Hidup
Ilustrasi(magnifik)

Stroke selama ini kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan orang lanjut usia. Namun, kondisi tersebut mulai berubah. Kasus stroke pada orang dewasa muda menunjukkan peningkatan dalam beberapa dekade terakhir, membuat penyakit yang berkaitan dengan gangguan aliran darah ke otak ini semakin perlu diwaspadai sejak usia produktif.

Stroke pada Usia Muda Terus Menjadi Perhatian

Dilansir dari International Journal of Stroke, kejadian stroke iskemik pada orang dewasa berusia 18 hingga 49 tahun mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir, terutama di negara berpendapatan tinggi. Tren tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika angka stroke pada kelompok usia yang lebih tua justru cenderung menurun.

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah menuju bagian otak terhambat, umumnya akibat adanya bekuan darah atau penyempitan pembuluh darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak dan memicu kecacatan hingga kematian.

Bukan Hanya karena Gaya Hidup

Berdasarkan informasi yang dikutip dari penelitian tersebut, peningkatan stroke pada usia muda tidak hanya berkaitan dengan faktor risiko yang sudah dikenal, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, merokok, dan kurang aktivitas fisik.

Sejumlah faktor nontradisional juga mulai mendapat perhatian. Faktor tersebut mencakup migrain, gangguan tidur seperti sleep apnea, penyakit autoimun, gangguan pembekuan darah, penyakit ginjal, kanker, hingga paparan polusi udara. Jam kerja panjang dan stres psikososial juga disebut sebagai faktor yang perlu diperhatikan.

Migrain Ikut Dikaitkan dengan Stroke

Dikutip dari American Heart Association, penelitian terhadap lebih dari 2.600 orang yang mengalami stroke dan lebih dari 7.800 orang tanpa riwayat stroke menemukan bahwa faktor nontradisional memiliki hubungan kuat dengan stroke pada kelompok dewasa muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 35 tahun.

Migrain menjadi salah satu faktor yang disoroti. Berdasarkan laporan dari American Heart Association, pada kelompok di bawah 35 tahun, migrain dikaitkan dengan sekitar 35 persen kasus stroke pada perempuan dan sekitar 20 persen pada laki-laki dalam penelitian tersebut.

Jangan Abaikan Gejala Stroke

Temuan ini menunjukkan bahwa usia muda bukan berarti seseorang terbebas dari risiko stroke. Pola hidup, kondisi kesehatan tertentu, hingga faktor yang sering dianggap sepele dapat berkontribusi terhadap risiko tersebut.

Karena itu, menjaga tekanan darah, mengontrol kadar gula dan kolesterol, aktif bergerak, tidak merokok, serta mengenali gejala stroke sejak dini menjadi langkah penting.

Gejala seperti wajah menurun sebelah, kelemahan atau mati rasa pada tangan maupun kaki, serta kesulitan berbicara membutuhkan pertolongan medis segera. Semakin cepat stroke ditangani, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko kerusakan otak dan komplikasi jangka panjang.

Sumber: American Heart Association, International Journal of Stroke



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *