
SELAMA ini, banyak orang mengandalkan Google Maps untuk mencari nomor telepon suatu bisnis lokal. Fitur ini menyediakan cara praktis bagi para pengguna yang ingin menghubungi suatu bisnis, dan biasanya dapat cukup dipercaya karena informasinya tampil secara resmi lengkap dengan foto profil bisnis.
Namun ternyata, beberapa kasus yang muncul menunjukkan bahwa fitur ini dapat dieksploitasi oleh para penipu lewat modus baru yang cukup licik. Para pengguna kini diimbau untuk berhati-hati dan melakukan pengecekan ulang sebelum menghubungi bisnis dari Google Maps.
Foto AI dengan Nomor Telepon Palsu Disisipkan ke Profil Bisnis
Modus terbaru bekerja dengan mengarahkan pengguna kepada nomor telepon palsu. Alih-alih tersambung ke bisnis yang mereka cari, korban justru terhubung langsung dengan penipu.
Berdasarkan laporan SlashGear, sejumlah pelaku diduga menggunakan gambar hasil rekayasa AI untuk menyisipkan nomor telepon palsu dalam bisnis yang sah dan resmi terdaftar di Google Maps. Kasus ini pertama kali diungkap oleh seorang pakar SEO bernama Naomi Stevens lewat sebuah grup LinkedIn.
Stevens menceritakan bahwa seorang kontributor Google Maps mengunggah gambar hasil AI ke profil bisnis kliennya, menggunakan nama bisnis yang benar namun disertai nomor telepon yang sama sekali bukan milik bisnis tersebut.
Stevens sempat menelusuri akun kontributor yang mengunggah gambar tersebut, dan menemukan bahwa akun itu telah mengunggah lebih dari 150 kontribusi foto ke berbagai bisnis tak berkaitan di seluruh Amerika Serikat, dengan nomor telepon salah yang sama muncul berulang kali di berbagai profil bisnis berbeda. Ia menyimpulkan bahwa pola ini tampak seperti spam sistematis yang ditujukan untuk mengalihkan panggilan telepon calon pelanggan ke pihak yang salah.
SlashGear juga melaporkan bahwa modus ini kemungkinan terjadi beberapa kali dan tidak hanya dilakukan oleh satu pelaku saja. Mereka menemukan sebuah unggahan di forum bantuan Google Maps sejak Mei 2026 yang memperingatkan bahwa beberapa akun berbeda tampaknya melakukan modus serupa di berbagai profil bisnis dalam Google Maps.
Sudah Dilaporkan ke Google, Tapi Responsnya Kurang Memuaskan
Dilansir dari Search Engine Roundtable, kasus semacam ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Google, namun prosesnya sering kali terasa lambat dan tidak kunjung ditindaklanjuti secara efektif. Hal tersebut membuat foto AI dan nomor palsu dapat bertahan cukup lama sebelum akhirnya dihapus.
Bahkan kasus Stevens yang sudah dilaporkan ke pihak Google ternyata belum membuahkan hasil yang memuaskan. Stevens mengaku sudah melaporkan gambar tersebut sekaligus menghubungi tim dukungan Google, namun jawaban yang diterima justru terkesan generik dan kurang relevan dengan masalah yang dilaporkannya.
Upaya lainnya dalam menambahkan lebih banyak foto asli bisnis kurang efektif akibat foto AI yang lebih mencolok di profil bisnis.
Cara Menghindari Modus
Melihat pola penipuan, pengguna diimbau lebih berhati-hati saat mengandalkan Google Maps untuk mencari kontak bisnis. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memverifikasi nomor telepon lewat situs web resmi bisnis tersebut dan tidak langsung mengandalkan informasi di profil bisnis pada Google Maps. Hati-hati apabila nomor yang dihubungi terlihat pada banyak bisnis berbeda sekaligus.
Kasus ini mengingatkan para pengguna untuk selalu waspada dalam menerima informasi apapun dalam internet. Bahkan sebuah celah dapat ditemukan dalam platform yang terpercaya seperti Google Maps. (Sumber: SlashGear, Search Engine Roundtable/P-3)
