Influenza A Kembali Jadi Perhatian, Ini Tanda Bahaya pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Influenza A pada anak.(Magnific)

PENYEBARAN influenza kembali menjadi perhatian setelah peningkatan kasus terpantau di sejumlah wilayah. Di Indonesia, laporan Kementerian Kesehatan hingga pekan ketiga September 2026 menunjukkan positivity rate influenza meningkat menjadi 58%, sementara Influenza A(H3N2) subclade K telah ditemukan di 20 provinsi.

Influenza dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza dan umumnya menyerang saluran pernapasan. Gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga berat, sehingga penting bagi orangtua mengenali kondisi anak sejak awal.

Mengenal Influenza

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan komplikasi yang membutuhkan perawatan medis. Virus influenza juga terus mengalami perubahan sehingga pemantauan terhadap virus yang beredar perlu dilakukan.

Influenza A merupakan salah satu tipe virus influenza yang beredar pada manusia. Dua subtipe Influenza A yang umum beredar pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2). Virus A(H3N2) dapat dikelompokkan lagi berdasarkan perubahan genetiknya ke dalam kelompok yang disebut clade dan subclade.

Salah satu kelompok tersebut adalah A(H3N2) subclade K. Kelompok ini merupakan bagian dari virus influenza A(H3N2) musiman dan pertama kali teridentifikasi pada Agustus 2025. Subclade K kemudian ditemukan di berbagai negara dan terus dipantau seiring perubahan virus influenza.

Meski mengalami perubahan genetik, data yang tersedia saat ini belum menunjukkan bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan influenza musiman lainnya.

Pada anak, infeksi influenza umumnya dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan. Namun, ketika kondisi anak memburuk, orangtua perlu mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak membutuhkan pertolongan medis segera. 

Tanda Bahaya Influenza pada Anak

Ketika influenza menyebabkan kondisi anak memburuk, beberapa tanda dapat menunjukkan komplikasi serius yang membutuhkan pertolongan medis segera. Orangtua perlu segera membawa anak ke IGD jika muncul tanda-tanda berikut: 

– Napas cepat atau kesulitan bernapas

– Bibir atau wajah tampak kebiruan

– Tulang rusuk tertarik ke dalam setiap kali bernapas

– Nyeri dada

– Nyeri otot berat hingga anak menolak berjalan

– Tanda dehidrasi, seperti tidak buang air kecil selama 8 jam, mulut kering, atau tidak mengeluarkan air mata saat menangis

– Tidak waspada atau tidak berinteraksi saat terjaga

– Kejang

– Demam lebih dari 40°C yang tidak terkendali meski sudah diberikan obat penurun demam

– Bayi berusia kurang dari 12 minggu mengalami demam berapa pun

– Demam atau batuk yang sempat membaik, tetapi kemudian kembali atau memburuk

– Kondisi medis kronis yang dimiliki anak memburuk

Jika salah satu tanda tersebut muncul, orangtua sebaiknya tidak menunggu kondisi anak membaik sendiri. Segera bawa anak ke IGD untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. (Sumber: Centers for Disease Control and Prevention, World Health Organization, Kementerian Kesehatan, dan Surveilans Karantina Kesehatan/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *