
PELATIH timnas Indonesia John Herdman meminta dukungan penuh suporter saat menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9) malam.
Herdman menyadari atmosfer pertandingan Indonesia melawan Malaysia akan berbeda dibanding laga sebelumnya. Dia menilai energi dari tribun dapat memberi dorongan sekaligus membuat lawan tidak nyaman sepanjang pertandingan.
“Kami merasakan energinya. Fans kami sangat luar biasa. Ketika kami berada di stadion, para fans membuat lawan merasa tidak nyaman dan membuat kami merasa seperti di rumah sendiri,” kata Herdman.
Menurut pelatih asal Inggris itu, SUGBK merupakan kandang yang harus dijaga bersama. Dia meminta pemain dan suporter memainkan peran masing-masing untuk menciptakan atmosfer yang mendukung perjuangan tim Merah Putih.
“Ini adalah rumah kita, mereka harus melindunginya, kami akan melindunginya. Kami memanfaatkan energi dari mereka, kami akan memberikan apa yang mereka butuhkan, tapi di momen-momen saat kami membutuhkan mereka, mereka harus hadir untuk kami,” ujarnya.
Herdman juga meminta pemain mampu mengendalikan fokus dan emosi ketika menghadapi laga dengan tensi tinggi. Dia ingin energi besar dari suporter digunakan sebagai bahan bakar tanpa mengganggu disiplin permainan. Dia menekankan pemain harus tetap berpegang pada kerangka taktik sejak peluit awal hingga pertandingan berakhir.
“Anda bisa mengendalikan perhatian dan emosi. Dua hal itulah yang bisa kita kendalikan,” tutur Herdman.
“Fokuskan perhatian pada kerangka taktis kita, beradaptasi dengan lawan dalam permainan, dan secara emosional, manfaatkan energi di stadion. Bawalah emosi itu agar Malaysia memahami bahwa ini adalah rumah kita,” katanya.
Herdman memastikan para pemain tidak terbebani tekanan menjelang laga. Dia mengakui atmosfer pertandingan besar dapat memunculkan rasa gugup tetapi menurutnya pengalaman para pemainnya di laga-laga besar membuat kondisi tersebut tetap terkendali.
“Ketika mereka merasakan atmosfer stadion, selalu ada rasa gugup, tapi itu biasanya rasa gugup yang positif. Namun para pemain top ini telah berpengalaman di momen-momen besar,” ujarnya.
Herdman meminta skuadnya tidak terjebak pada ekspektasi hasil. Menurut dia, pemain harus lebih dulu berkonsentrasi pada proses dan hal-hal yang dapat mereka kendalikan.
“Kita fokus pada diri kita, kita fokus pada prosesnya, dan hasilnya akan mengikuti dengan sendirinya. Hanya itu yang bisa kita kendalikan,” kata dia. (Dhk/P-3)
