Musim Kemarau, Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya Tembus 64.451 Orang
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinaskes Kota Tasikmalaya, Arif Prianto, kasus ISPA dan pneumonia pada musim kemarau pada tahun ini meningkat cukup signifikan serta berharap agar warga selalu pakai masker.(MI/KRISTIADI)

KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan selama musim kemarau. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 64.451 kasus ditemukan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Arif Prianto, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini dipicu oleh kombinasi cuaca panas ekstrem, krisis air bersih, jalanan berdebu, serta polusi udara. Para pasien telah mendapatkan penanganan medis di berbagai Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soekardjo.

“Sejak Januari hingga Agustus memang ada peningkatan kasus lantaran kondisi air berpengaruh, cuaca panas, jalan berdebu, dan polusi udara. Berdasarkan data, tercatat 64.451 orang mengalami gejala seperti batuk, hidung tersumbat, demam, nyeri otot, sulit bernapas, hingga sakit kepala,” ujar Arif Prianto, Minggu (29/9/2026).

Arif menjelaskan, penyakit ini menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Selain ISPA, kasus pneumonia juga menunjukkan tren peningkatan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, di mana suhu udara terasa sangat panas pada siang hari namun terkadang menjadi dingin secara mendadak.

Berdasarkan rincian data Dinkes Kota Tasikmalaya periode Januari-Agustus 2026, sebaran kasus adalah sebagai berikut:









Kelompok Usia Kasus ISPA Kasus Pneumonia
Balita 14.057 676
Anak-anak 8.245 148
Remaja 6.954 71
Dewasa 27.766 226
Lansia 7.429 132

Dinkes menekankan pentingnya kewaspadaan pada kelompok prioritas yang memiliki risiko pneumonia berat dan komplikasi tinggi. Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi di lingkungan keluarga dan sekolah, penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas asap rokok.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kondisi yang panas, kering, dan berdebu saat ini sangat rentan memicu penyakit yang menyerang saluran pernapasan,” pungkas Arif.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *