
UPAYA evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah melalui jalur udara ke Kalimantan Selatan menghadapi tangangan pekatnya kabut asap. Minggu (27/9) sebanyak tujuh korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi lewat jalur udara menggunakan Helikopter Basarnas HR-6304 ke Lanud Syamsudin Noor.
“Upaya evakuasi lewat udara terhadap korban KM Virgo menghadapi tantangan jarak pandang di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng akibat kabut asap. Kita berharap udara di Kalteng membaik agar evakuasi berjalan lancar,” ungkap Kepala Badan SAR Nasional Banjarmasin, I Putu Sudayana, dalam keterangan pers perkembangan operasi SAR hari ke 15, terhadap korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
Dipaparkan Putu Sudayana, di tengah kepungan kabut asap tebal yang melumpuhkan penerbangan umum di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, dua helikopter milik Badan SAR Nasional berhasil menembus cuaca demi mengangkut tujuh jenazah korban ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru. “Penerbangan tersebut harus mengarungi kondisi udara yang amat berisiko. Sepanjang rute penerbangan di ketinggian 3.500 kaki, para penerbang dihadapkan pada visibility atau jarak pandang yang angat terbatas akibat kepekatan asap,” tuturnya.
Evakuasi menggunakan dua helikopter jenis Dauphin di tengah jarak pandang 300-400 meter. Evakuasi dilakukan dalam dua sorti penerbangan yang mendarat di Lanud Sjamsudin Noor pada pukul 11.47 Wita menggunakan helikopter Dauphin HR-6304 membawa lima kantong jenazah. Kemudian pada pukul 12.07 Wita dengan helikopter Dauphin HR-6301 memboyong dua kantong jenazah. Ke tujuh korban KM Virgo Transport 8 ini telah ditangani oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bayangkara.
Lebih jauh dikatakan Putu Sudayana, operasi SAR hari ke 15, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban di perairan Sukamara, Kalteng. Dua korban ini rencananya, Senin (28/9) akan dievakuasi melalui jalur udara ke Lanud Syamsudin Noor.
Sedangkan untuk operasi SAR bawah laut tidak berhasil menemukan korban. “Operasi SAR bawah laut hari ini nihil. Ini kemudian kita gunakan untuk recovery atau pemulihan tim selam setelah 13 hari menyelam. Selanjutnya ada kapal KN SAR Purworejo milik Basarnas yang diperkirakan segera tiba membawa tim selam untuk menambah kekuatan operasi besok,” ujarnya. (E-2)
