
Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil mengakhiri dahaga medali emas Asian Games selama 28 tahun. Kepastian ini diraih usai menundukkan Tiongkok secara dramatis dalam laga final yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.
Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan para pebulu tangkis Merah Putih yang sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya membalikkan kedudukan menjadi 3-2. Kemenangan ini menjadi momen emosional mengingat Indonesia terakhir kali meraih emas beregu putra pada edisi 1998.
Pertandingan dibuka dengan kekalahan Jonatan Christie yang harus mengakui keunggulan Shi Yu Qi dalam dua gim langsung 13-21 dan 18-21. Tekanan bagi Indonesia kian terasa setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menyerah dari Liang Wei Keng/Wang Chang lewat pertarungan sengit tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, dan 14-21.
Angin segar mulai berembus saat Alwi Farhan turun di partai ketiga. Lewat duel alot, Alwi sukses menundukkan Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Momentum kebangkitan tersebut diteruskan oleh Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang tampil solid mengandaskan He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Pesta kemenangan Indonesia akhirnya dipastikan oleh Moh Zaki Ubaidillah. Bermain tenang di partai penentu, pemain yang akrab disapa Ubed itu menyudahi perlawanan Weng Hongyang dengan skor 23-21 dan 21-13.
Apresiasi tinggi datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir atas keberhasilan luar biasa skuad putra Indonesia. Melalui akun Instagram resminya, Erick menyatakan rasa bangganya atas daya juang tim.
“Sempat tertinggal 0-2, Tim Putra Bulu Tangkis Indonesia bangkit dan membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas China. Bangga melihat Merah Putih berkibar di puncak tertinggi,” tulis Erick melalui akun @erickthohir.
Capaian ini merupakan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Prestasi ini sekaligus mengulangi memori indah edisi 1998 di Thailand, saat skuad yang diperkuat legenda seperti Rexy Mainaky hingga Taufik Hidayat menumbangkan Tiongkok dengan skor telak 4-0.
Hasil sejarah di Jepang ini menambah koleksi emas beregu putra Indonesia di ajang Asian Games menjadi enam gelar, yang sebelumnya diraih pada tahun 1962, 1970, 1978, 1994, dan 1998. Dengan hasil ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pengumpul emas terbanyak kedua di nomor beregu putra, di bawah Tiongkok (7 emas) dan di atas Korea Selatan (3 emas). (E-3)
