Divonis Mati, Hukuman Mantan Menteri Tailan Diubah Jadi Penjara Seumur Hidup
Soonthorn Vilawan.(Bangkok Post)

PENGADILAN Pidana Tailan menjatuhkan hukuman mati kepada mantan menteri kabinet Soonthorn Vilawan, 87, atas pembunuhan anak angkatnya, Chaimet Sitsanitphong, 49. Namun, hukuman itu kemudian diubah menjadi penjara seumur hidup.

Chaimet, anggota dewan Provinsi Prachin Buri, ditemukan tewas di rumah Soonthorn di Distrik Muang, Prachin Buri, pada 11 Desember 2024. Polisi menyatakan korban ditembak 22 kali menggunakan senapan dan pistol.

Chaimet datang ke rumah Soonthorn untuk meminta dukungan bagi rencana istrinya mencalonkan diri sebagai presiden Organisasi Administrasi Provinsi Prachin Buri. Soonthorn pernah memimpin organisasi tersebut.

Keduanya kemudian terlibat pertengkaran di lantai dasar rumah. Sejumlah saksi melihat Chaimet bersujud di hadapan ayah angkatnya sebelum keluar dari rumah.

Namun, Chaimet kembali masuk dan berada di dalam rumah selama sekitar 20 menit. Setelah itu, sejumlah tembakan terdengar.

Soonthorn membantah membunuh Chaimet. Dalam persidangan, ia mengaku hanya melepaskan tiga tembakan peringatan ke arah luar rumah.

Meski tidak ada saksi mata yang melihat langsung penembakan, jaksa mengandalkan bukti tidak langsung. Bukti tersebut antara lain arah lintasan peluru dan hasil pemeriksaan residu tembakan yang menunjukkan Soonthorn berada di antara orang-orang yang menembak Chaimet.

Pengadilan meyakini Soonthorn menggunakan senapan milik salah seorang pembantunya untuk melepaskan tiga tembakan ke arah Chaimet.

Tiga terdakwa lain juga dijatuhi hukuman mati atas kejahatan yang sama. Mereka adalah Thanasarankorn Techathanatchot, Saksit Chinnawong, dan Apisit Sodchuen.

Keempat hukuman mati itu kemudian diubah menjadi penjara seumur hidup. Pengadilan menyatakan perubahan hukuman diberikan karena para terdakwa memberikan kesaksian yang dinilai berguna dalam perkara tersebut.

Soonthorn merupakan anggota Partai Bhumjaithai dan ayah dari mantan Wakil Menteri Pendidikan Tailan, Kanokwan Vilawan. Ia pernah menjabat sebagai wakil menteri kesehatan masyarakat pada 1996-1997 dalam pemerintahan Perdana Menteri Chavalit Yongchaiyudh.

Ia juga delapan kali terpilih sebagai anggota parlemen dari Prachin Buri. Keluarga Vilawan dikenal memiliki pengaruh kuat dalam politik provinsi tersebut.

Nama Soonthorn sebelumnya muncul dalam perkara dugaan perambahan kawasan hutan di Taman Nasional Khao Yai pada 2022.

Pada Februari 2024, Mahkamah Agung Tailan menjatuhkan larangan seumur hidup kepada Kanokwan untuk menduduki jabatan politik. Perkara itu berkaitan dengan perambahan kawasan hutan di Khao Yai. (Bangkok Post/B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *