Momen Sehari-hari Jadi Strategi Baru Brand Menjaga Engagement Konsumen
Melalui Darmi Festival 2026, brand tersebut mengangkat tema #SemuaPerluDirayakan, yang menempatkan berbagai momen keseharian sebagai bagian dari pengalaman konsumen.(Dok: Susu Mbok Darmi)

BRAND consumer goods menghadapi tantangan untuk tetap relevan di tengah rutinitas konsumen yang semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan momentum besar seperti hari raya, liburan, atau pencapaian tertentu, brand mulai melihat berbagai momen sederhana dalam keseharian sebagai ruang untuk membangun kedekatan dengan konsumen.

Pendekatan terhadap everyday moment tersebut salah satunya terlihat dalam perayaan 13 tahun Susu Mbok Darmi. Melalui Darmi Festival 2026, brand tersebut mengangkat tema #SemuaPerluDirayakan, yang menempatkan berbagai momen keseharian sebagai bagian dari pengalaman konsumen.

Momen seperti bertemu kembali dengan teman, berkumpul bersama keluarga, melewati pekan yang melelahkan, hingga memiliki waktu untuk menikmati minuman favorit menjadi konteks yang diangkat dalam kampanye tersebut.

Bagi brand, pendekatan semacam ini memperluas titik interaksi dengan konsumen. Produk tidak hanya dikaitkan dengan occasion tertentu, tetapi juga dengan rutinitas yang berlangsung berulang dalam keseharian.

Dalam implementasinya, Susu Mbok Darmi menerjemahkan pendekatan tersebut melalui Darmi Festival 2026 yang berlangsung Oktober hingga Desember. Rangkaian kegiatan mencakup program promo, aktivitas bersama komunitas, serta kolaborasi dengan brand partner dan pelanggan.

Program awal pada Oktober berupa promo berhadiah dengan total nilai lebih dari Rp85 juta dan lebih dari 20 item hadiah. Pelanggan dapat mengikuti program dengan melakukan pembelian minimal dua cup Susu Mbok Darmi, dengan varian dan ukuran apa pun, sesuai mekanisme serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

CEO Susu Mbok Darmi Dhony Pratama mengatakan, perjalanan 13 tahun brand tidak terlepas dari interaksi dengan pelanggan dan komunitas.

“Tiga belas tahun bagi kami bukan sekadar angka. Ada banyak cerita, pertemuan, dan kebersamaan dengan pelanggan serta komunitas yang ikut membentuk perjalanan Susu Mbok Darmi sampai hari ini. Karena itu, kali ini kami tidak ingin merayakannya sendiri. Darmi Festival kami hadirkan agar keluarga Si Mbok bisa ikut menjadi bagian dari perayaan ini,” ujar Dhony.

Rangkaian festival kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas dan kolaborasi hingga puncak perayaan ulang tahun pada Desember 2026.

Dhony mengatakan, tema #SemuaPerluDirayakan juga berangkat dari pandangan bahwa perayaan tidak selalu harus dikaitkan dengan sesuatu yang besar.

“Kami percaya sebuah perayaan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang justru momen sederhana bersama orang-orang terdekat yang paling membekas. Itu yang ingin kami bawa lewat #SemuaPerluDirayakan, bahwa selalu ada alasan untuk mengapresiasi setiap momen,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, perayaan ulang tahun tidak hanya ditempatkan sebagai satu kali aktivitas komunikasi. Momentum tiga bulan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Susu Mbok Darmi untuk menghubungkan produk dengan berbagai situasi konsumsi sehari-hari serta melibatkan pelanggan dan komunitas dalam rangkaian kegiatan.

Di tengah persaingan produk konsumen yang semakin padat, kemampuan brand mengisi lebih banyak konteks dalam keseharian konsumen menjadi salah satu cara untuk mempertahankan relevansi. Dalam kasus Susu Mbok Darmi, pendekatan itu dikemas melalui rangkaian Darmi Festival yang berlangsung hingga akhir 2026. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *