Perkuat Kapasitas Kader Posyandu untuk Deteksi Stunting sejak Dini
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Tim KATAMATAKU Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Intervensi Berbasis Komunitas untuk Deteksi Dini Stunting dan Peningkatan Kesehatan Balita melalui Penguatan Kader Posyandu di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari, Sitanala, Kota Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Program yang didukung Hibah Pengabdian Masyarakat Dosen UI 2026 ini menyasar kawasan eks-endemis kusta Sitanala guna menekan angka prevalensi tengkes (stunting) di wilayah setempat yang tercatat mencapai 25 persen pada skrining awal terhadap 124 balita.

Ketua Tim KATAMATAKU UI, Yunia Irawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini menggandeng Puskesmas Neglasari, Pemerintah Kecamatan Neglasari, serta pemangku kepentingan lokal guna meningkatkan mutu layanan kesehatan balita.

“Pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk sinergi strategis antara KATAMATAKU UI, Puskesmas Neglasari, Pemerintah Kecamatan Neglasari, serta berbagai mitra lokal yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, memberikan edukasi gizi, serta memperkuat kapasitas tenaga medis dan kader kesehatan daerah dalam memerangi stunting,” ujar Yunia di Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Dalam aksi penanggulangan stunting tersebut, tim lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran UI (FKUI) dan Fakultas Kedokteran Gigi UI (FKG UI) menggelar serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif.

Layanan medis gratis yang diberikan meliputi pemeriksaan antropometri (tumbuh kembang), skrining mata, kesehatan kulit, pemeriksaan gigi dan mulut, serta evaluasi fungsi oromotor bagi bayi, balita, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Penanggung Jawab Kegiatan, Gitalisa Andayani, merinci bahwa aksi lapangan tersebut berhasil menjangkau puluhan kader kesehatan dan warga setempat.

“Dalam kegiatan pengabdian masyarakat hari ini telah dilakukan edukasi pada 33 tenaga kesehatan dan kader kesehatan, pemeriksaan kesehatan pada 66 bayi dan balita, serta pemeriksaan kesehatan pada 54 ibu hamil dan ibu balita,” jelas Gitalisa.

Perwakilan Tim KATAMATAKU UI sekaligus Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak FKUI, Titis Prawitasari menambahkan bahwa penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi kunci utama agar deteksi dini stunting di Sitanala dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan.

Kepala Puskesmas Kecamatan Neglasari, Sakuncoro, turut mengapresiasi komitmen civitas akademika UI yang secara konsisten membina kawasan Sitanala hingga mampu menciptakan ekosistem kesehatan warga yang lebih tangguh dan bebas stunting.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *