Kemenkes Soroti Keamanan Alat Estetika Medis
Edukasi Know Before You Glow yang digelar PT Regenesis Indonesia dalam rangka Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Selasa (22/9).(Dok. MI)

PERTUMBUHAN industri estetika medis di Indonesia yang semakin pesat mendorong perhatian terhadap aspek keselamatan pasien. Terutama terkait legalitas perangkat, keaslian alat treatment, serta standar keamanan dalam layanan estetika.

Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Eka Purnamasari, menegaskan pentingnya memastikan setiap perangkat yang digunakan dalam layanan estetika memenuhi aspek legalitas, keamanan, dan mutu.

“Keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan estetika. Karena itu, masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan perlu memastikan bahwa perangkat yang digunakan memenuhi ketentuan legalitas, keamanan, mutu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Eka dalam program edukasi Know Before You Glow yang digelar PT Regenesis Indonesia dalam rangka Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Selasa (22/9).

Menurut Eka, peningkatan penggunaan teknologi estetika medis perlu berjalan seiring dengan penguatan pengawasan alat kesehatan serta pemahaman masyarakat terhadap pentingnya memilih layanan yang aman dan sesuai ketentuan.

Perkembangan industri estetika medis dalam beberapa tahun terakhir telah menghadirkan semakin banyak pilihan treatment dan teknologi bagi masyarakat. Namun, meningkatnya permintaan pasar juga menghadirkan tantangan, salah satunya terkait peredaran perangkat yang tidak jelas legalitas, keaslian, maupun sumber distribusinya.

PT Regenesis Indonesia, distributor Aesthetic & Wellness yang telah beroperasi lebih dari 13 tahun di Indonesia, menilai edukasi pasien menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat sebelum menjalani prosedur estetika.

Direktur PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati mengatakan, masyarakat perlu memiliki informasi yang cukup agar dapat mengambil keputusan secara lebih bijak.

“Melalui program edukasi Know Before You Glow, masyarakat diajak untuk tidak hanya bertanya ‘treatment apa yang paling bagus?’, tetapi juga memahami siapa yang melakukan treatment, di mana treatment dilakukan, treatment apa yang diberikan, perangkat apa yang digunakan, serta bagaimana memastikan keamanan dan legalitasnya,” kata Emmy.

Ia menjelaskan bahwa keputusan menjalani treatment estetika tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga harus mempertimbangkan keamanan proses, kompetensi tenaga kesehatan, serta kualitas perangkat yang digunakan.

Dari sisi profesi medis, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Hanny Nilasari, menilai pasien memiliki peran penting dalam memastikan tindakan estetika dilakukan secara tepat.

Melalui edukasi bertajuk Menjadi Pasien yang Bijak dan Smart di Era Estetika Modern, Hanny mengingatkan bahwa pemilihan treatment perlu berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien, bukan semata mengikuti tren maupun promosi.

Dalam praktik estetika medis, proses assessment pasien, komunikasi dokter-pasien, informed consent, kompetensi tenaga kesehatan, serta penggunaan perangkat yang sesuai menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien.

Selain edukasi publik, Regenesis juga memperkenalkan Regenesis Authenticity Program sebagai upaya meningkatkan transparansi terkait keaslian perangkat treatment.

Corporate Brand Manager Regenesis Indonesia, Gita Yohanna Thomdean, menjelaskan program tersebut memungkinkan pasien dan klinik melakukan verifikasi perangkat melalui barcode yang tersedia pada mesin treatment.

“Authenticity is not merely about protecting a brand. It is about protecting the trust of doctors, clinics, and ultimately the safety of patients,” ujar Gita.

Menurutnya, penggunaan perangkat autentik dan berasal dari jalur distribusi resmi menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasien serta mendukung pertumbuhan industri estetika medis yang lebih bertanggung jawab.

Melalui kampanye Know Before You Glow, Regenesis mendorong masyarakat untuk memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih treatment, mulai dari tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, prosedur yang dilakukan, hingga perangkat yang digunakan.

Kolaborasi antara regulator, organisasi profesi, industri, klinik, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan pasien dalam perkembangan industri estetika medis di Indonesia. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *