
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan peta jalan (roadmap) terkait seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru. Langkah ini diambil guna memenuhi kekurangan sebanyak 464.856 guru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Mu’ti menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah rapat koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Kementerian Keuangan. Rapat tersebut bertujuan untuk memadankan data terkait sebaran kekurangan maupun kekosongan formasi guru.
“Terkait jumlah guru, itu sudah kami bahas dengan Kementerian PANRB juga Kementerian Keuangan. Jadi Insya Allah datanya itu sudah kami padankan dan sudah rapat berulang kali,” ujar Mu’ti di Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menyusun rincian kebutuhan formasi guru tersebut berdasarkan per mata pelajaran serta per sekolah. Namun, Mu’ti menambahkan bahwa angka 464 ribu tersebut masih bersifat dinamis karena adanya guru yang pensiun setiap tahun. Oleh karena itu, pemenuhan jumlah guru akan diselesaikan secara bertahap.
Tahapan Roadmap Pemenuhan Guru (2027-2029)
Untuk memenuhi kekurangan 464.856 guru tersebut, pemerintah menyusun skema pengangkatan CPNS formasi guru yang dibagi dalam tiga tahap:
- Tahun 2027: Pengangkatan sebesar 30 persen dari total kebutuhan.
- Tahun 2028: Pengangkatan kembali sebesar 30 persen berstatus PNS.
- Tahun 2029: Pemenuhan sisa 40 persen dari total kebutuhan.
“Jadi nanti roadmap-nya itu 2027, kami akan mengangkat 30% dari kebutuhan 464 itu, kemudian 30% lagi di tahun 2028 dan 2029 kami mengangkat 40%,” kata Mu’ti menerangkan.
Terbuka untuk Guru Honorer hingga Fresh Graduate
Mu’ti menegaskan bahwa seleksi CPNS formasi guru ini nantinya akan dibuka secara transparan dan dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari guru honorer, guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga lulusan baru (fresh graduate).
Kendati terbuka untuk semua kategori tersebut, seluruh proses kelulusan akan tetap berbasis pada hasil ujian seleksi resmi.
“Jadi kami terbuka tapi semuanya berbasis seleksi, sehingga yang disampaikan pimpinan Insya Allah akan dapat bisa dipenuhi melalui seleksi terbuka tersebut,” pungkas Mu’ti. (Ant/H-3)
