Migrain pada Perempuan: Penyebab, Gejala, dan Cara Meredakannya
Ilustrasi(magnifik)

SAKIT kepala dapat muncul dalam berbagai bentuk dan memiliki beragam jenis, salah satunya migrain. Kondisi ini bukan sekadar sakit kepala biasa, gejalanya dapat berbeda pada setiap orang. Migrain umumnya ditandai dengan sakit kepala yang berulang dan dapat disertai mual, muntah, perubahan suasana hati, hingga rasa lelah.

Selain gejalanya yang beragam, migrain juga lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Lantas, mengapa kondisi ini lebih banyak terjadi pada perempuan?

Migrain Sering Menyerang Perempuan

Migrain merupakan kondisi yang ditandai dengan sakit kepala berdenyut, yang umumnya terasa pada salah satu sisi kepala. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Dikutip dari American Migraine Foundation (AMF), perempuan mengalami migrain sekitar tiga kali lebih banyak dibandingkan laki-laki. Perbedaan ini berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi sepanjang kehidupan perempuan, terutama fluktuasi hormon estrogen.

Perubahan kadar hormon tersebut dapat memicu serangan migrain. Hal ini membuat frekuensi dan tingkat keparahan migrain pada perempuan dapat berubah pada berbagai tahap kehidupan, termasuk saat menstruasi, kehamilan, menyusui, hingga menopause.

Pada sebagian perempuan, penurunan kadar estrogen menjelang menstruasi dapat memicu serangan migrain. Karena itu, perubahan hormon menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa migrain lebih sering dialami perempuan.

Cara Meredakan Migrain Saat Menstruasi

Perubahan hormon dapat membuat sebagian perempuan mengalami migrain selama atau menjelang menstruasi. Ketika keluhan muncul, beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala:

Beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap. Pastikan juga tidur cukup serta mempertahankan waktu tidur dan bangun yang teratur setiap hari.

  • Mengompres dingin bagian kepala yang terasa nyeri selama 15–20 menit untuk membantu meredakan sakit kepala.
  • Melakukan relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan, untuk membantu mengurangi stres yang dapat memicu migrain.
  • Makan makanan yang bergizi dan hindari kafein, alkohol, dna rokok
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau ketika cuaca panas.
  • Menggunakan obat pereda nyeri jika migrain sering muncul menjelang atau saat menstruasi. Ibuprofen atau naproxen dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri sesuai aturan penggunaan.

Migrain pada perempuan berkaitan erat dengan perubahan hormon yang terjadi sepanjang kehidupan. Penanganan yang tepat dapat membantu meredakan keluhan ketika serangan migrain muncul. 

Sumber: American Migraine Foundation, Halodoc, Hello Sehat, Alodokter



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *