Aldo Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan, Tinggalkan Pesan Umrah untuk Ibu
Jenazah Aldo, 18, salah satu korban korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 tiba di rumah duka Perumnas Palur, Jebres, Solo.(MI/Widjajadi)

ALDO Nurahmansyah, 19, salah satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, dipulangkan ke rumah duka di Jalan Anggrek 4 No. 75, Perumnas Palur, Ngringo, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026). Jenazah kemudian dimakamkan di Astana Purwoloyo, Pucangsawit, Solo.

Peti jenazah Aldo tiba di rumah duka setelah diterbangkan dari Banjarmasin dan mendarat di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Kedatangan jenazah disambut tangis keluarga dan warga yang telah menunggu di rumah duka.

Aldo merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ia merantau ke Kalimantan untuk bekerja dan membantu perekonomian keluarga. Sebelum berangkat, Aldo menyampaikan pesan kepada ibunya, Nur Handayani, agar mendoakannya sukses dan dapat membawa pulang uang untuk mewujudkan keinginan keluarga beribadah umrah.

“Pesan terakhirnya, ‘Mah, doakan aku sukses ya Mah, pulang bawa uang banyak kita bisa umrah’,” kata Nur sambil mengenang pesan terakhir anaknya.

Nur mengatakan kepergian Aldo sebagai bagian dari upaya anaknya membantu keluarga. Ia berharap dapat menerima kepergian putra sulungnya dengan ikhlas.

“Memang agak berat ya, tapi ya kita harus terima. Ikhlaslah biar dia umrah,” ujar Nur.

Sebelum berangkat menggunakan KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin, Aldo juga sempat berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya. Ia berangkat bersama tiga teman sekampungnya dari Jebres untuk bekerja di sektor perkebunan sawit di Kalimantan.

Sahabat kecil Aldo, Ardian, mengatakan dirinya sempat berkomunikasi dengan Aldo pada Jumat ketika menunggu keberangkatan kapal. Dalam komunikasi tersebut, Aldo meminta didoakan agar berhasil bekerja di perantauan.

“Cuma pamitan, ngomong ke aku, minta didoakan pulang membawa sukses, dalam foto berempat lewat hape,” kata Ardian saat melayat.

Ardian mengatakan Aldo dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan teman-temannya dan suka membantu. Ia mengaku tidak menyangka komunikasi terakhir tersebut menjadi perpisahan untuk selamanya. “Anaknya solid banget sama teman, kalau ada apa-apa mau nolong. Kaget banget, kayak enggak nyangka aja cepat banget,” ujarnya.

Selain berharap dapat membantu ibunya, Aldo juga memiliki rencana memperbaiki rumah keluarganya. Pesan tersebut disampaikan kepada adiknya melalui pesan suara sebelum keberangkatannya.

Keluarga menyebut Aldo berangkat ke Kalimantan dengan membawa harapan dapat bekerja dan mengumpulkan uang untuk membantu kebutuhan keluarga. Ia juga ingin mengajak keluarganya beribadah ke Tanah Suci.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah Aldo disemayamkan sekitar dua jam sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman. Kerabat, teman masa kecil, dan warga sekitar turut mengantar jenazah menuju Astana Purwoloyo, Pucangsawit.

Kepulangan Aldo menjadi duka bagi keluarga yang masih menyimpan sejumlah rencana dan pesan terakhirnya. Kepergiannya juga meninggalkan kenangan bagi teman-teman yang tumbuh bersamanya di Palur dan Jebres.(E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *