
MASALAH pigmentasi pada wajah, termasuk melasma, menjadi salah satu kondisi kulit yang cukup mengganggu penampilan. Bercak berwarna cokelat hingga keabu-abuan biasanya muncul pada area wajah dan dapat semakin terlihat setelah kulit terpapar sinar matahari.
Kondisi ini tidak selalu dapat diatasi dalam waktu singkat sehingga diperlukan perawatan yang konsisten dan disesuaikan dengan kondisi kulit.
Melasma sendiri merupakan gangguan pigmentasi yang ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan pada wajah. Menurut DermNet, melasma umumnya membutuhkan kombinasi beberapa langkah perawatan dan dapat memberikan respons yang berbeda pada setiap orang. Kondisi tersebut juga memiliki kemungkinan untuk kembali muncul, terutama setelah terpapar sinar matahari.
Salah satu klinik kecantikan yang menawarkan pilihan perawatan untuk permasalahan pigmentasi adalah DL Beauty. Berdasarkan informasi layanan yang tersedia, klinik tersebut memiliki program Melasma Reset Glow, serta pilihan perawatan seperti Pico Laser dan peeling yang ditujukan untuk masalah flek hitam, melasma, dan hiperpigmentasi.
Dalam pendekatan perawatan melasma, perlindungan terhadap paparan sinar matahari menjadi bagian penting. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan penggunaan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum dan SPF minimal 30. Sunscreen juga perlu digunakan secara rutin karena paparan sinar matahari dapat memperburuk melasma.
AAD juga menjelaskan bahwa cahaya tampak dapat memperburuk melasma, terutama pada orang dengan warna kulit lebih gelap. Karena itu, sunscreen berwarna atau tinted sunscreen yang mengandung iron oxide dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan tambahan terhadap cahaya tampak.
Selain perlindungan dari sinar matahari, penggunaan produk perawatan kulit yang lembut juga perlu diperhatikan. Produk yang menyebabkan kulit terasa terbakar atau perih dapat menimbulkan iritasi dan berpotensi membuat noda gelap semakin terlihat.
DL Beauty sendiri mengembangkan pendekatan perawatan yang menggabungkan treatment di klinik dengan perawatan harian. Dalam pemberitaan mengenai program perawatannya, perubahan awal pada kondisi kulit disebut dapat mulai terlihat dalam sekitar dua minggu pada beberapa kasus. Namun, hasil yang lebih stabil tetap membutuhkan perawatan lanjutan dan konsistensi.
Hal tersebut penting untuk dipahami karena 14 hari tidak dapat dijadikan patokan bahwa melasma pasti hilang. DermNet menyebut melasma cenderung merespons perawatan secara perlahan dan dapat mengalami kekambuhan. Bahkan setelah mendapatkan hasil yang baik, perlindungan terhadap sinar matahari tetap diperlukan dalam jangka panjang.
Karena penyebab dan kondisi pigmentasi setiap orang berbeda, pemeriksaan oleh tenaga medis juga diperlukan untuk memastikan bahwa bercak pada wajah memang merupakan melasma, bukan jenis gangguan pigmentasi lainnya. AAD menyarankan konsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang sesuai.
Dengan demikian, perawatan melasma sebaiknya tidak hanya berorientasi pada hasil cepat. Konsistensi menggunakan sunscreen, menjaga kondisi skin barrier, memilih produk yang sesuai, serta mengikuti rekomendasi tenaga medis menjadi bagian penting dalam menjaga hasil perawatan. Pendekatan bertahap seperti yang ditawarkan DL Beauty dapat menjadi salah satu pilihan, tetapi respons terhadap treatment tetap bergantung pada kondisi kulit masing-masing individu.
Sumber: American Academy of Dermatology (AAD)
