Prosesi Pemakaman Khamenei Dimulai, Teheran Dipenuhi Lautan Pelayat
Ali Khamenei(Antara)

JUTAAN warga Iran mulai memadati Teheran pada Sabtu (4/7) untuk mengikuti rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Prosesi itu juga dimanfaatkan pemerintah Iran sebagai ajang menunjukkan persatuan nasional sekaligus mengirim pesan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Televisi pemerintah Iran melaporkan upacara resmi dimulai di kompleks keagamaan Grand Mosalla.

Otoritas memperkirakan 15 hingga 20 juta orang akan menghadiri prosesi selama tiga hari di ibu kota. Sejak pagi, ribuan pelayat telah memenuhi halaman Grand Mosalla sambil membawa spanduk merah, simbol tuntutan balas dendam.

Teriakan “Matilah Amerika” dan “Balas dendam” terus menggema di tengah lautan manusia yang menunggu kedatangan peti jenazah. Khamenei, yang memimpin Republik Islam Iran sejak 1989, tewas pada usia 86 tahun dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

“Kami datang karena pernah berjanji akan berdiri bersama Pemimpin Tertinggi hingga akhir. Selama ini kami mengatakan siap mengorbankan nyawa demi beliau, tetapi justru beliau yang mengorbankan dirinya untuk kami,” ujar Reza, dosen berusia 37 tahun.

Pelayat lain, Javad Akbari, mengaku menyesal tidak pernah bertemu langsung dengan Khamenei semasa hidupnya.

“Saya tidak pernah punya kesempatan melihat beliau dari dekat. Hari ini saya datang untuk memberikan penghormatan terakhir,” katanya.

Sejak Jumat malam, ratusan orang sudah bermalam di sekitar lokasi. Banyak di antara mereka berjalan beberapa kilometer menuju Grand Mosalla karena sebagian besar akses jalan ditutup aparat keamanan.

“Kami ingin mengucapkan selamat jalan kepada pemimpin kami. Menunggu berjam-jam bukanlah beban,” kata Somayye Hamedi.

Pemerintah memberlakukan pengamanan ketat. Sejumlah ruas jalan ditutup. Ruang udara Teheran dijadwalkan ditutup selama rangkaian acara berlangsung. Skala pengamanan disebut sebagai yang terbesar sejak pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, pada 1989.

Jenazah Khamenei akan disemayamkan hingga Senin sebelum diarak melintasi Teheran. Setelah itu, peti jenazah dibawa ke Kota Qom, dilanjutkan ke kota-kota suci Syiah di Irak, dan akhirnya dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya, pada Kamis mendatang. Prosesi ini juga menjadi sorotan karena publik menunggu kemunculan Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Mojtaba belum pernah tampil di depan umum sejak ditunjuk menggantikan ayahnya sepekan setelah serangan tersebut. Selama ini dia hanya menyampaikan pesan melalui pernyataan tertulis dan dilaporkan mengalami luka dalam serangan yang sama.

Sejumlah pejabat tinggi Iran tampak hadir memberikan penghormatan, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang terlihat menitikkan air mata serta Panglima Garda Revolusi Ahmad Vahidi.

Pemakaman juga dihadiri tamu dari berbagai negara. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif datang mewakili Islamabad yang berperan sebagai mediator dalam komunikasi Iran dan Amerika Serikat. Rusia mengirim mantan Presiden Dmitry Medvedev sebagai utusan Presiden Vladimir Putin. Delegasi dari Hamas, Hizbullah, serta pemerintahan Taliban Afghanistan turut hadir.

Mengantisipasi membludaknya massa, pemerintah menyiagakan petugas kesehatan, mengeluarkan panduan keselamatan melalui televisi, serta menempatkan truk penyemprot air di sejumlah ruas jalan untuk menurunkan suhu udara Teheran yang diperkirakan melampaui 35 derajat celsius. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *